KLIK BORNEO – BERAU. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus mematangkan langkah strategis dalam mewujudkan sistem keamanan dan pemantauan wilayah yang terintegrasi.Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau, pemerintah tengah merancang integrasi seluruh jaringan Closed Circuit Television (CCTV) di berbagai sudut kota guna mendukung pembentukan pusat kendali atau Command Center.
Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi menjelaskan bahwa saat ini sejumlah kamera pengawas telah dipasang dan beroperasi di titik-titik krusial, seperti di Simpang Mangga II dan Jalan Haji Isa III. Namun, pemasangan kamera pengawas itu merupakan program kerja Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Berau.
“CCTV yang ada saat ini, merupakan program dari rekan-rekan Dishub. Kami punya ada, tapi belum jalan. Ke depan, kami berencana menyinkronkan seluruh perangkat yang ada,” ungkapnya.
Diakuinya, Diskominfo Berau sendiri sebenarnya telah mengagendakan pemasangan kamera pengawas di 25 titik strategis baru yang dijadwalkan rampung tahun ini. Anggaran untuk program tersebut pun telah direncanakan sejak awal.
“Tapi encana ini harus melalui tahap hitung ulang menyusul adanya lonjakan harga perangkat di pasar yang mencapai 20 persen,” jelasnya.
Selain faktor dinamika harga, lanjutnya, perubahan mekanisme pengadaan juga menjadi alasan perlunya evaluasi mendalam. Berdasarkan hasil konsultasi dan demi menjaga tata kelola pemerintahan yang akuntabel, proses pengadaan yang semula disarankan melalui jalur mini kompetisi, kini dialihkan menjadi lelang umum.
“Kami juga aktif meminta pendampingan dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Namun, dengan sisa waktu tahun anggaran yang semakin mepet, durasi untuk proses lelang umum ini menjadi tidak mencukupi untuk dipaksakan selesai tahun ini,” terangnya.
Meski menghadapi kendala lini masa, Diskominfo Berau tetap berkomitmen melanjutkan program ini dengan matang. Setelah proyek pemasangan dari Dishub tuntas, Diskominfo akan memetakan kembali lokasi-lokasi sisa yang belum terjangkau untuk penempatan 25 unit CCTV milik mereka.
Muara dari seluruh pemasangan jaringan pemantau ini adalah pembangunan Command Center kabupaten. Pusat kendali ini nantinya tidak hanya berfungsi memantau arus lalu lintas, tetapi juga menjadi pusat integrasi data dan respons cepat bagi berbagai instansi vertikal maupun organisasi perangkat daerah (OPD).
“Rancangan besarnya, semua fasilitas ini akan dipadukan dalam satu tempat atau satu titik pemandu. Di sana nanti akan terlibat lintas sektor mulai dari Dishub, Kepolisian (Satlantas dan keamanan), BPBD (pemadam kebakaran), hingga Satpol PP,” pungkasnya. (Adv/*)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi