KLIK BORNEO – BERAU. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau terus berupaya memaksimalkan kontribusi sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tahun anggaran 2026.
Upaya tersebut menjadi krusial di tengah tantangan pemangkasan fiskal, di mana alokasi anggaran pariwisata Berau merosot drastis hingga menyisakan Rp44,8 miliar.
Sebagai payung hukum perluasan penarikan retribusi tersebut, Pemerintah Kabupaten Berau mengacu pada Surat Keputusan (SK) Bupati Berau Nomor 143 Tahun 2026 tentang Penetapan Daya Tarik Wisata.
Berdasarkan regulasi tersebut, Berau tercatat memiliki 65 hingga 70 potensi destinasi unggulan. Dari puluhan objek tersebut, Disbudpar menetapkan 14 objek wisata yang akan diberlakukan penarikan retribusi secara bertahap.
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantoso menegaskan bahwa penataan ini sangat penting agar pengelolaan destinasi menjadi lebih terukur dan tidak membebani anggaran daerah secara terus-menerus.
“Dengan keterbatasan anggaran yang kita miliki saat ini, optimalisasi retribusi menjadi jalan keluar agar sektor pariwisata bisa mandiri,” ungkapnya.
“Kita memiliki puluhan potensi destinasi, namun selama ini sumbangan ke PAD belum maksimal karena tata kelolanya belum terstruktur dengan baik,” sambungnya.
Kendati demikian, Yudha memastikan kebijakan perluasan penarikan retribusi ini tidak akan diterapkan secara terburu-buru demi menghindari konflik di lapangan.
“Penerapan retribusi ini akan kami lakukan secara bertahap. Saat ini fokus kami adalah menguji kesiapan sarana prasarana serta melakukan evaluasi, seperti yang sedang berjalan di Kampung Pulau Besing,” bebernya.
“Kami juga harus memastikan sosialisasi kepada Pokdarwis dan masyarakat tuntas, agar ada kesepahaman mengenai transparansi pemanfaatan dana retribusi ini untuk perbaikan fasilitas mereka kembali,” tambahnya.
Melalui skema baru ini, Disbudpar Berau berkomitmen membangun ekosistem pariwisata yang mandiri dan berkelanjutan, sekaligus memastikan pergerakan wisatawan mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat di sekitar jalur wisata. (Adv/*)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi