KLIK BORNEO – BERAU. Manajemen RSUD Abdul Rivai siap memodernisasi layanan medis dan memperbaiki kualitas SDM demi menyambut kucuran alat kesehatan (alkes) mutakhir dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang nilainya ditaksir mencapai Rp150 miliar.
Kesiapan fasilitas dan tenaga medis ini menjadi syarat mutlak dari Kemenkes yang harus dipenuhi RSUD plat merah tersebut. Sebab tanpa adanya ruang penunjang dan operator yang siap, bantuan medis tersebut tidak akan dikirim ke daerah.
Direktur RSUD Abdul Rivai, Jusram mengungkapkan bahwa komitmen bantuan pusat ini merupakan buah manis dari kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Berau beberapa tahun lalu.
Kunjungan tersebut membuka kembali keran program prioritas Kemenkes untuk memodernisasi rumah sakit daerah. Meski demikian berbagai persyaratan teknis harus dipastikan telah terpenuhi.
“Barangnya sebenarnya sudah dialokasikan sejak tahun 2025 dan tinggal dikirim. Tapi Kemenkes menerapkan aturan ketat: alat tidak akan diturunkan sebelum sarana, prasarana, dan SDM kita benar-benar siap,” ungkapnya.
Alkes ratusan miliar ini, lanjut Jusram, akan mendongkrak performa sejumlah layanan krusial di RSUD dr Abdul Rivai terutama untuk layanan Jantung (cath lab), Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Kanker dan Ginjal (Kemoterapi dan cuci darah).
“Juga ada spesialisasi khusus seperti urologi dan neurologi,” terangnya.
Di samping mempersiapkan ruang untuk alat-alat baru, manajemen RSUD Abdul Rivai juga tengah memperjuangkan pengadaan mesin CT Scan baru ke pemerintah pusat. Perangkat diagnosis yang ada saat ini dinilai sudah tidak ideal untuk standar pelayanan modern.
Selain itu, CT Scan milik rumah sakit saat ini sudah beroperasi selama 15 tahun. Bahkan, pabrikannya sudah menghentikan produksi komponen (discontinued) sejak tiga tahun lalu. Hal itu tentu memicu kekhawatiran besar terkait aspek perawatan.
“Yang paling mendesak sekarang adalah CT Scan. Masalah utamanya ada pada suku cadang. Jika sewaktu-waktu rusak, onderdil penggantinya sangat sulit dicari di pasar karena statusnya sudah discontinued. Ini bisa mengganggu pelayanan pasien,” bebernya.
Proposal peremajaan CT Scan tersebut, tambahnya, sudah disodorkan ke Kemenkes agar masuk dalam daftar prioritas bantuan berikutnya. Hal ini pun diharapkan dapat terealisasi. (*/)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi