Lumbung terlarang bernama Rutan ini memiliki sedkitnya 600 WBP pemilih dalam pemilu. Namun terlarang untuk Caleg kampanye didalamnya. Karutan menegaskan upaya untuk kampnye jelas melanggar.
BERAU. Rutan kelas IIB Tanjung Redeb merupakan salah satu lumbung suara dalam Pemilu. Apalagi untuk Dapil I Tanjung Redeb. Saat ini ada 634 penghuni disana. Lumbung gemuk dan berada dalam 1 area terbatas,
Menggiurkan. Pasti untuk para Calon Legislatif (Caleg) lumbung suara ini sangat menggiurkan. Tanpa saingan apabila berhasil masuk untuk kampanye disana. Sayangnya, hal itu menjadi sesuatu yang sangat sulit.
Karutan Dadang Firmansyah menegaskan, kawasan Rutan adalah tempat terlarang untuk para Caleg atau lainnya yang menjadi kontestan Pemilu berkampanye.
“Karena orang-orang yang ada disini adalah orang yang disebut dalam pembinaan, memang ada aturannya, jad ga boleh berkampanye disini,” tegasnya. Meski demikian, Dadang menegaskan juga, bahwa dirinya
berkomitmen agar seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang ada bisa memberikan haknya yakni hak pilih.
“Melalui koordinasi dengan KPU dan Bawaslu, ada tiga TPS yang akan ditempatkan disini, jad Rutan iin masuk TPS khusus,” sambungnya. Ditanya apakah ada yang mencoba melakukan kampanye, Dadang mengungkapkan, bahwa tentu semua Caleg paham bahwa tidak boleh kampanye di Rutan.
Tetapi niat untuk memperoleh simpati dari WBP tentu ada oleh para Caleg.
Apakah sudah ada yang pernah mencoba masuk untuk tebar pesona? Dadang menyebut indikasinya ada tetapi dengan tegas ditolak.
“Kami antisipasi, sebelumnya ada organisasi kerukunan yang mencoba masuk, tentu tidak bilang untuk kampanye atau memang betul tidak ada upaya kampanye tetapi kami hanya antisipasi,” bebernya.
Dijelaskan, ada satu kerukunan yang meminta izin untuk bertemu dengan semua WBP yang memiliki suku sama di Rutan beberapa waktu lalu. Dengan alasan silaturahmi saja.
“Tetapi kami sekali lagi antisipasi, karena kalau untuk silaturahmi, apalagi dengan banyak WBP yang memiliki suku yang sama kenapa harus dekat-dekat momen Pemilu, makanya kami tolak,” ungkapnya. (//)