BERAU-KLIK BORNEO. Pembangunan sektor ketenagakerjaan menjadi salah program prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau. Tidak terlepas dari sektor itu, Pemkab Berau juga terus berkomitmen mengurangi angka pengangguran di Berau. Melalui beberapa program penunjang seperti pelatihan calon tenaga kerja,pemberian keterampilan kepada warga sebagai modal kerja dan modal berusaha. Membangun UMKM dari berbagai lini dan banyak program lainnya.
Terkait hal itu, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menjelaskan salah satu solusi untuk menekan jumlah pengangguran di Berau yakni dengan menyediakan lapangan pekerjaan. Ketersediaan lapangan pekerjaan perlu dilakukan demi kepentingan masyarakat.
“Pembangunan ketenagakerjaan bertujuan untuk menyediakan lapangan pekerjaan agar masyarakat dapat memperoleh pekerjaan dan kehidupan yang layak,” ungkapnya. Disampaikannya, pembangunan ketenagakerjaan di Kabupaten Berau pada tahun 2023 lalu menunjukkan hasil yang lebih positif dari tahun sebelumnya. Hal itu diukur dari jumlah pengangguran yang lebih rendah dari tahun 2022.
“Pada tahun 2022 lalu tingkat pengangguran terbuka 5,02 persen dan pada tahun 2023 menurun sebesar 4,95 persen. Seluruh lapangan usaha di Kabupaten Berau mengalami pertumbuhan positif,” jelasnya, Selasa (6/8/2024).
Dengan menurunnya jumlah pengangguran itu, Sri berharap pembangunan ketenagakerjaan di Bumi Batiwakkal ke depannya dapat menjadi lebih baik. Berikutnya, kesempatan kerja dan peluang mendapat pekerjaan masyarakat semakin diperluas.
“Dengan adanya lapangan pekerjaan atau lapangan usaha itu kita berharap jumlah pengangguran dan setengah pengangguran dapat ditekan dan diperkecil,” tegasnya.
Secara khusus kepada Disnakertrans, Bupati Sri berpesan agar capaian positif di bidang ketenagakerjaan tersebut harus terus dipertahankan, bahkan ditingkatkan. Berikutnya, dinas terkait harus mampu berkolaborasi dan bekerja sama dengan perusahaan untuk mampu menekan jumlah pengangguran yang masih ada.
“Saya tekankan kepada Disnakertrans Berau untuk membangunkan komunikasi yang baik dengan perusahaan. Jika ada hal memang perlu dibahas, harus sesegera mungkin ditindaklanjuti, apalagi jika itu berkaitan dengan tenaga kerja,” pungkasnya. (adv/Elton)