KLIK BORNEO-BERAU. Ketiadaan portal di jalan Bujangga yang belum juga dipasang hingga saat ini kembali dikeluhkan warga. Pasalnya, sejak patah ditabrak kendaraan besar, membuat kendaraan seperti bus dan truk besar leluasa melintas. Padahal jalan ini dibangun dengan pembatasan menggunakan portal. Menghindari kendaraan besar melintas.
Apalagi, kondisi badan jalan di jembatan sudah terlihat turun beberapa centimeter. Tidak jarang truk bermuatan bahkan truk tangki bahan bakar dengan kapasitas besar kini leluasa melintas.
Termasuk truk roda 10 dengan sarat muatan melenggang dengan leluasa. Ketua RT 006 Kelurahan Bedungun, Nanang mengungkapkan, jembatan tersebut dibangun untuk mengganti badan jalan yang 2 kali longsor pada 2012 dan 2014 silam.Setelah tidak adanya portal di jalan Bujangga, banyak kendaraan besar seperti truk dengan muatan maupun kosong melintas. Aktivitas kendaraan besar ini dikhawatirkan mempercepat penurunan badan jalan di jembatan Bujangga yang pernah longsor pada 2012 dan 2014 silam.

” Pemerintah membangun jembatan ini dengan melakukan pembatasan berat kendaraan melintas, makanya dipasangkan portal, nah sebulan terakhir ini karena portal tidak dipasang kendaraan besar melintas,”ungkapnya.Nanang berharap agar ada perhatian segera mengingat badan jalan di jembatan itu sudah mengalami penurunan cukup signifikan. Bahkan penurunan badan jalan itu terjadi saat ada pembatasan. ” Apalagi kalau tidak ada pembatasan karena tidak ada portal seperti sekarang ini,” sambungnya.Sementara itu, Hendra, salah satu warga Bujangga, kepada media ini, Rabu (14/8/2024), menjelaskan hampir setiap hari dirinya melihat mobilitas truk dan mobil tanki BBM melintasi badan jembatan tersebut. Hal itu menurutnya dapat menyebabkan rusaknya jembatan tersebut jika tidak dicegah sedini mungkin.
“Selama tidak ada portal, truk-truk besar terus bolak-balik lewat jembatan Bujangga. Padahal mereka orang-orang yang tahu kalau tidak boleh lewat di situ. Jadi hanya memanfaatkan ketiadaan portal saja,” tegasnya.
Karena itu, ia juga meminta agar portal tersebut segera dipasang lagi. Mengingat kesulitan yang akan dialami masyarakat seperti halnya saat jalan tersebut longsor. Berikutnya, apabila belum dapat dipasang dalam waktu dekat, maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui dinas terkait wajib memasang informasi larangan pada spot tersebut.
“Mungkin bisa dipasang spanduk atau baliho di lokasi strategis yang memungkinkan agar para supir truk atau mobil tanki bisa baca dan tidak lagi lewat di jembatan Bujangga itu,” pintanya.Menanggapi keluhan warga tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Berau, Andi Marewangeng menjelaskan bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan perbaikan terhadap portal yang ada. Berikutnya, akan segera mengambil tindakan pencegahan.
“Untuk keluhan itu, sebenarnya kita juga pantau. Dan saat ini portalnya masih dibuat. Ada di bengkel dan masih dilas. Kita akan segera pasang kalau sudah selesai,” ungkapnya, Rabu (14/8/2024).
Mengingat keadaan portal masih diperbaiki, Andi mengimbau sekaligus melarang kendaraan roda empat, khususnya truk-truk besar dan mobil tanki BBM untuk tidak lagi melintas di ruas jalan itu. Berikutnya, mematuhi aturan yang ada.
“Nanti kita sosialisasikan lagi. Lalu sambil menunggu perbaikan portal, akan kita pasang dulu banner secepatnya besok di Kedaung sekaligus mengarahkan kendaraan melewati jalur lain yang akan juga kita tentukan,” pungkasnya. (Elton)