KLIK BORNEO – BERAU. Bupati Sri Juniarsih Mas mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau untuk segera mempercepat penyusunan rencana penanggulangan bencana (RPB) Kabupaten Berau tahun 2024.
Tak hanya itu, dalam penanggulangan bencana di daerah tim reaksi cepat (TRC) multisektor harus juga dilibatkan. Keterlibatan TRC multisektor itu tentu bertujuan agar penanggulangan bencana dapat dilaksanakan secara maksimal.
Hal itu disampaikan Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas saat membuka kegiatan Workshop Penanggulangan Bencana Kabupaten Berau Kabupaten Berau Tahun 2024 dengan tema Kolaborasi Terpadu TRC Multisektor Penanggulangan Bencana yang dilaksanakan di gedung RPJPD Bapelitbang, Kamis (15/8/2024).
“Saya mendorong agar dokumen rencana penanggulangan bencana (RPB) Kabupaten Berau dapat segera dirampungkan sebagaimana aturan Permendagri 101 Tahun 2018 tentang Standar Teknis Pelayanan Dasar pada SPM Urusan Bencana Kabupaten / Kota,” ungkapnya.

Disampaikannya, RPB tersebut sangat penting dan perlu dituntaskan sebagai kerangka kerja atau acuan pada tiap tahapan dalam siklus penanggulangan bencana. Namun, kehadiran RPB itu mesti juga didukung oleh keterlibatan TRC multisektor yang kuat.
“Adanya TRC multisektor ini diharapkan dapat menciptakan keselarasan koordinasi, kolaborasi, komunikasi, pembinaan teknis, bantuan teknis, hubungan kerja, dan sebagainya dalam penanggulangan bencana antara BPBD serta seluruh sektor terkait lainnya,” jelasnya.
Ditambahkannya, kehadiran TRC multisektor penting agar penanggulangan bencana dapat juga dilakukan secara cepat, tepat, dan terukur. Agar pekerjaan TRC dapat berjalan optimal dan maksimal maka perlu dilakukan peningkatan kapasitas SDM TRC Multisektor.
“Selain itu, kita juga harus memberikan perhatian pasca bencana, khususnya terhadap hak dasar korban agar kehidupannya kembali menjadi lebih baik, aman, dan berkelanjutan,” tandasnya. (adv/Elton)