Mitigasi Gempa Bumi Mesti Disosialisasikan ke Semua Masyarakat

 

KLIK BORNEO – BERAU. Gempa bumi yang mengguncang Berau beberapa waktu lalu tentu menjadi salah satu bencana yang mengancam masyarakat Kabupaten Berau. Karena itu, sosialisasi terkait mitigasi bencana gempa bumi perlu dilakukan kepada masyarakat luas termasuk para pelajar di semua sekolah.

Terkait itu, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau, Muhammad Said meminta BPBD Berau untuk memberikan edukasi dan pelatihan, khususnya kepada semua pihak termasuk pelajar di semua sekolah tentang mitigasi bencana. Tujuannya, agar resiko bencana dapat dihindari dan dikurangi.

“Ini upaya kita meminimalisir atau kerusakan yang ditimbulkaan karena bencana tidak bisa dihindari dan diprediksi,” ungkapnya saat membuka Diskusi Publik draft dokumen kajian risiko bencana (KRB) Kabupaten Berau Tahun 2025-2029, Jumat (27/9/2024).

Selama ini, lanjutnya, bencana yang sering melanda Berau tidak lain hanya banjir yang berpotensi longsor dan karhutla. Bencana-bencana tersebut pun bersifat tahunan dan mampu diatasi dan dicegah dengan peralatan yang ada.

“Dengan dua bencana itu kita mungkin sudah cukup terbiasa. Tapi ternyata ada bencana lain yakni gempa yang terjadi pada 15 September lalu dengan kekuatan 5,6 skala richter (SR) dan berpusat di Kecamatan Batu Putih,” jelasnya.

Meskipun sempat terjadi, tambahnya, potensi tsunami masih kecil. Lebih dari itu, BMKG Berau juga telah memasang alat seismograf di pesisir Berau, termasuk di Maratua. Tujuannya, untuk mengantisipasi bencana yang akan terjadi di Berau.

“Sehingga langkah mitigasi bencana ini penting untuk disosialiasikan. Tujuannya mengurangi dampak dan resiko yang muncul,” terangnya.

Terpisah, Kepala BMKG Berau, Ade Heryadi menegaskan saat ini Berau sudah masuk status siaga gempa. Pihaknya pun sedang membuat kajian potensi gempa. Berikut, mencari langkah penanganan baik secara struktural maupun nonstruktural.

“Untuk langkah nonstruktural dengan memberikan informasi terkini mengenai bencana yang akan datang melalui berbagai media yang ada,” bebernya.

Sedangkan langkah struktural, tambahnya, melalui pemasangan seismograf di tiga titik wilayah pesisir seperti di Teluk Bayur, Biduk-Biduk dan Maratua. Alat ini tentu dipakai untuk mendeteksi gempa yang terjadi.

“Alat itu akan digunakan terus-menerus untuk melakukan pendataan selama 24 jam serta untuk mengantisipasi ketika bencana sewaktu-waktu terjadi,” tandasnya. (adv/Elton)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT