KLIK BORNEO – BERAU. Pemerintah pusat kembali menurunkan harga pupuk bersubsidi hingga mencapai 20 persen. Hal itu menjadi kabar gembira bagi semua petani di Indonesia, termasuk di Berau.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk selalu aktif mengawasi pendistribusian pupuk subsidi agar penyalurannya tepat sasaran.
“Tentu OPD terkait harus benar-benar memperhatikan penyalurannya, agar pupuk bersubsidi ini tepat sasaran kepada petani yang berhak,” ungkapnya.
Menurutnya, menurunnya harga pupuk dapat memotivasi para petani untuk terus mengelola pertaniannya dan dapat meningkatkan produktivitas pertaniannya.
“Ini juga menjadi awal yang baik menuju kemandirian pangan daerah. Kalau itu tercipta, kita bisa mencapai swasembada pangan lebih cepat,” jelasnya.
Dengan meningkatnya produksi di sektor pertanian, lanjutnya, Kabupaten Berau ke depan tidak lagi bergantung pada pasokan pangan dari luar daerah. Namun, hal itu juga harus didukung dengan peluang pasar yang ada.
“Ini yang memang harus dipikirkan. Tapi kami juga terus mendorong optimalisasi Perum Bulog dalam menyerap hasil panen petani-petani kita,” terangnya.
Ditambahkannya, jika pasar penampung tersedia dengan baik, petani akan lebih termotivasi untuk meningkatkan produksi, terutama pada komoditas utama seperti padi dan jagung.
“Kalau sudah ada stimulus di pertanian dengan pemangkasan harga pupuk, produksi bisa konstan bahkan meningkat. Tentu akan sangat menggembirakan petani kalau pasarnya juga ada,” tandasnya. (Adv)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi