KLIK BORNEO – BERAU. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus memperkuat promosi potensi daerah demi mengejar target realisasi investasi pada tahun 2026.
Langkah strategis tersebut tengah digencarkan guna menarik minat para investor domestik maupun asing untuk menanamkan modalnya di Bumi Batiwakkal.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Berau, Nanang Bakran mengaku bahwa hingga semester I tahun 2026, capaian realisasi investasi di wilayah ini telah menembus angka Rp3 triliun lebih.
Jumlah tersebut dinilai berjalan sudah makin mendekati target tahun ini yang ditetapkan oleh pemerintah daerah, sebesar Rp4,6 triliun.
“Jadi, target investasi kita, dari kabupaten ya, itu Rp4,6 triliun. Kalau Rp8 triliun itu dari provinsi, bukan dari kabupaten,” ungkapnya, Senin (28/9/2026).
Guna mengejar sisa target tersebut, lanjutnya, pihaknya tidak bekerja sendiri. Sebaliknya membangun sinergi lintas sektor dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis.
“Kita bangun kerja sama dan kolaborasi intensif dengan dinas perdagangan, pariwisata, hingga perikanan untuk memetakan dan mempromosikan seluruh potensi unggulan daerah,” jelasnya.
Terkait investasi dari sektor pariwisata bahari, diakuinya, aktivitas investasi sejauh ini sudah berjalan dengan prospek yang sangat menjanjikan. Namun, hambatan regulasi masih ditemukan, khususnya terkait izin pemanfaatan ruang laut.
Kendala tersebut muncul karena kewenangan pengelolaan wilayah perairan pantai kini sepenuhnya berada di bawah kendali pemerintah provinsi dan pusat.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, koordinasi dan komunikasi intensif terus dilakukan.
“Kita saat ini terus bangun komunikasi dengan pihak provinsi serta kementerian terkait agar proses perizinan laut bagi para investor dapat segera menemukan titik terang,” bebernya.
Tak hanya di sektor pariwisata, investasi di bidang perkebunan berkelanjutan, pertanian komoditas unggulan, dan pengolahan hasil perikanan terus didorong guna menciptakan struktur ekonomi daerah yang lebih mandiri dan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada sektor pertambangan.
“Kita harapkan dengan semua upaya itu, iklim investasi kita semakin sehat, inklusif, dan aman. Target kita juga bisa tercapai,” tandasnya. (Adv/*)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi