KLIK BORNEO – SANGATTA. Aktivitas industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) menilai momentum ini harus direspons dengan percepatan penataan ekosistem investasi agar pertumbuhan ekonomi kawasan dapat berjalan lebih optimal.
Peningkatan aktivitas barang keluar–masuk pelabuhan, permintaan fasilitas bongkar muat, dan kesiapan sejumlah pelaku industri untuk memulai operasional menjadi indikator bahwa kawasan mulai memasuki fase akselerasi.
Pemerintah menilai langkah percepatan harus dimulai dari pembenahan fasilitas dasar hingga kesesuaian layanan dengan kebutuhan industri pengolahan dan ekspor.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten (Setkab) Kutim, Noviari Noor, menyampaikan bahwa pemerintah tidak akan menyia-nyiakan momentum kebangkitan KEK Maloy.
“Kita harus bergerak cepat, aktivitas industri sudah mulai menguat, sehingga ekosistem investasi perlu kita tata secara lebih komprehensif,” tegasnya. Penataan yang dimaksud mencakup pengoptimalan tata ruang kawasan industri, sistem logistik terpadu, integrasi pelayanan kepelabuhanan, dan penyediaan utilitas seperti listrik serta air industri.
Pemerintah juga memastikan kelancaran konektivitas jalan menuju pelabuhan untuk mempercepat mobilitas barang. Selain menggenjot aspek teknis, pemerintah melakukan konsolidasi internal dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan tidak ada hambatan administratif maupun pelayanan.
Noviari menegaskan bahwa semakin kuatnya aktivitas ekonomi kawasan perlu dikawal oleh percepatan pelayanan pemerintah. “Kalau arus industri sudah meningkat, tidak boleh ada kendala di lapangan, serta investor harus merasakan dukungan penuh agar mereka bisa bertahan dan berkembang,” ujarnya.
Pemkab Kutim kini memfokuskan penyusunan kebijakan penguatan ekosistem investasi berbasis kebutuhan sektor industri di kawasan pesisir timur. Semua pemetaan kebutuhan telah dimasukkan ke dalam rencana kerja jangka menengah sebagai arah baru pembangunan ekonomi daerah.
Dengan menguatnya aktivitas industri dan penataan ekosistem yang semakin intensif, pemerintah optimistis KEK Maloy akan menjadi salah satu simpul pertumbuhan ekonomi penting di Kalimantan Timur.
Pemkab Kutim memastikan percepatan pembangunan kawasan terus berjalan hingga manfaat ekonomi dapat dirasakan maksimal oleh masyarakat.(ADV)