KLIK BORNEO – SANGATTA. Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mempersiapkan penambahan 250 hektare lahan baru sebagai bagian dari Optimalisasi Lahan Pertanian (OPLAH). Program ini menjadi langkah besar dalam mendukung peningkatan kualitas beras lokal agar dapat memenuhi kategori medium.
Kabid Tanaman Pangan DTPHP Kutim, Dessy Wahyu Fitrisia, menjelaskan bahwa pembukaan lahan baru akan memperkuat kemampuan produksi jangka panjang. “Dengan tambahan lahan, kita bukan hanya mengejar kuantitas, tetapi juga mempersiapkan kualitas beras lebih baik,” katanya.
Selain memperluas lahan, pemerintah melakukan pembinaan intensif kepada petani untuk meningkatkan teknik pascapanen. Kendala utama yang masih ditemukan adalah tingginya patahan beras dan pengeringan yang tidak merata.
Kaubun menjadi fokus pembinaan karena sudah memiliki fasilitas lengkap seperti mesin pemoles dan alat pemisah ampas. Pelatihan dilakukan dengan pendekatan teknis mulai dari tahap panen, proses pengeringan, hingga pemolesan.
Menurut Dessy, keberhasilan kualitas tidak hanya bergantung pada alat, tetapi juga keterampilan petani dalam mengoperasikannya. “Kami ingin petani memahami bahwa pascapanen adalah kunci utama untuk masuk kelas medium,” tegasnya.
DTPHP menargetkan dalam satu tahun ke depan, minimal satu kelompok tani dapat lolos uji kualitas medium provinsi. Pemerintah menilai peluang tersebut cukup besar mengingat kesiapan peralatan dan intensitas pembinaan yang meningkat.
Dessy berharap langkah ini mampu mendorong daya saing beras lokal Kutim sekaligus meningkatkan nilai jual di pasar komersial. “Kami ingin beras Kutim tidak hanya diakui dari segi rasa, tetapi juga secara kualitas fisik sehingga layak bersaing,” pungkasnya.(ADV)