KLIK BORNEO – BERAU. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Sosial (Dinsos) memastikan akan mengirimkan tujuh anak untuk menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat (SR) Samarinda pada tahun ajaran baru ini.
Langkah tersebut diambil mengingat fasilitas RR belum bisa dibangun di Kabupaten Berau. Kendala anggaran menjadi alasan di balik belum terealisasinya pembangunan itu.
Kepala Disos Berau, Iswahyudi mengungkapkan bahwa rencana pembangunan SR di wilayah Berau sebenarnya sudah diwacanakan. Namun, efisiensi anggaran membuat program tersebut belum bisa terealisasi dalam waktu dekat.
“SR tahun ini belum memungkinkan digarap di sini. Kebetulan anggaran tahun ini masuk ke alokasi Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk pembangunan jalan ke fasilitasnya di Jalan Rahmat Hidayat, Simpang 3 Maluang. Jadi untuk operasional sekolahnya belum bisa, tapi kami belum tahu persis berapa nilai anggaran fisik tersebut,” ungkapnya.
Disampaikannya, Dinsos Berau awalnya menargetkan ada 11 anak yang bisa dikirim ke Samarinda. Namun, setelah melalui proses seleksi dan pendekatan, hanya tujuh anak yang siap berangkat.
Faktor utama yang menjadi penghambat adalah sulitnya mendapatkan persetujuan dari orang tua murid. Pasalnya, banyak orang tua yang merasa berat melepas anak mereka untuk bersekolah di luar daerah, terutama bagi anak yang masih di tingkat Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan SMA.
“Problem utamanya itu adalah persetujuan orang tua. Kalau anak SD terus jauh dari orang tua, pasti berat. Anak SMP dan SMA juga tidak semua orang tua setuju, padahal itu syarat utama,” jelasnya.
Pentingnya pendampingan dan persetujuan dari orang itu, lanjutnya, berkaca dari kasus nyata yang pernah ditangani Dinsos Berau. Sebab ada anak usia SD yang mengalami mogok sekolah saat mengikuti pendidikan SR di Samarinda.
“Kita punya kasus, ada anak SD yang kami tidak tahu masalah utamanya apa, tiba-tiba tidak mau sekolah dan malah mengurung diri di kamar terus,” terangnya.
Terkait bantuan dari daerah untuk para pelajar tersebut, Iswahyudi menegaskan bahwa Pemkab Berau tidak menyediakan bantuan penuh dan secara berkala selama mereka menempuh pendidikan di SR Samarinda.
Meski demikian, negara tetap hadir untuk memastikan pemenuhan hak transportasi anak-anak tersebut. Dinsos Berau juga berkomitmen untuk menanggung biaya logistik perjalanan saat keberangkatan maupun kepulangan anak-anak saat masa libur sekolah.
“Bantuan rutin dari pemerintah daerah memang tidak ada untuk mereka. Kecuali untuk urusan transportasi keberangkatan atau saat mereka pulang liburan, itu penuh kita support melalui Dinas Sosial,” pungkasnya. (*/)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi