KLIK BORNEO – BERAU. Anggota DPRD Berau, Ratna mendukung penuh langkah pemerintah pusat dalam membatasi penggunaan media sosial (medsos) bagi anak di bawah usia 16 tahun.
Kebijakan itu menurutnya sangat penting diterapkan di tengah berlimpahnya arus informasi dan konten-konten yang merusak tumbuh kembang anak-anak.
“Ini tentu kita dukung biar anak-anak lebih fokus untuk sekolah dan menjalankan pendidikannya,” ungkapnya.
Menurutnya, saat ini penggunaan medsos memang dibutuhkan juga untuk proses belajar anak-anak. Namun, hal ini bisa disiasati melalui kegiatan ekstrakulikuler yang lebih bermanfaat.
“Anak-anak biasanya cepat bosan. Tapi kalau ada ekstrakulikuler yang sesuai dengan minat mereka pasti mereka gemari,” jelasnya.
Disampaikannya, khusus untuk Berau yang masih marak dengan kasus pelecehan anak-anak di bawah umur, pembatasan medsos juga memiliki dampak positif.
Pasalnya, kenakalan remaja hingga perilaku asusila lainnya yang melibatkan anak-anak juga kadang terprovokasi dari penggunaan medsos tersebut.
“Kadang tanpa kita sadari banyak anak yang terlibat bahkan menjadi korban itu juga gara-gara informasi yang mereka dapat dari instagram, facebook, dan sebagainya,” terangnya.
Ratna berharap selain pembatasan medsos dan penambahan esktrakulikuler di sekolah, peran pengawasan orang tua di rumah juga terus ditingkatkan.
“Jangan sampai orang tua lengah dan biarkan masa depan anaknya suram karena pengaruh buruk dari medsos,” tandasnya. (Adv)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi