Cegah Penyelundupan Barang Ilegal Lewat Perairan, Pengawasan Perlu Diperketat

KLIK BORNEO – BERAU. Ketua DPRD Kabupaten Berau, Dedy Okto Nooryanto meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk kembali memperketat pengawasan di semua pintu masuk perairan laut dan sungai yang ada di Kabupaten Berau.

Hal itu disampaikannya sebagai respon atas dugaan penyelundupan atau masuknya barang-barang ilegal ke Bumi Batiwakkal. Berikutnya, merusak masyarakat Berau.

Menurutnya, pengawasan ketat harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak boleh ada titik yang luput dari penjagaan aparat keamanan. Terutama di terminal-terminal keberangkatan dan kedatangan kapal cepat (speedboat).

“Seperti jalur yang menghubungkan Tawau (Malaysia) menuju Tarakan, Kalimantan Utara, dan berlanjut ke Berau, menjadi titik yang paling rawan,” ungkapnya.

“Karena kita tahu barang terlarang itu biasanya masuk dari Tawau ke Tarakan, lalu dari Tarakan masuk lewat jalur laut ke wilayah kita,” sambungnya.

Jika pengawasan dibiarkan longgar dan ada celah, lanjut Dedy, Berau bisa menjadi pasar atau jalur transit utama bagi peredaran barang-barang berbahaya yang dapat merusak generasi muda.

“Jadi, setiap terminal yang disinggahi speedboat Sadewa (dan armada lainnya) harus ada pemeriksaan. Dari Tanjung Redeb diperiksa, nanti di Tanjung Batu turun lagi diperiksa,” tegasnya.

Dedy berharap langkah preventif ini bisa segera dijalankan untuk mencegah terjadinya peristiwa atau kasus hukum besar di masa mendatang. Karena itu, kerja sama lintas sektor juga perlu diperkuat.

“Kita bisa cegah itu dengan menurunkan aparat yang terkait bersama OPD-OPD. Jangan sampai nanti sudah terjadi masalah besar, baru kita bertindak,” pungkasnya. (Adv)

Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT