KLIK BORNEO – BERAU. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) meminta semua orang tua di Berau untuk memastikan anak-anaknya telah menerima imunisasi dasar secara lengkap.
Menurutnya, imunisasi dan pemberian vaksin sebenarnya tidak berdampak buruk bagi kesehatan anak-anak. Sebaliknya dapat mencegah munculnya penyakit tertentu di masa mendatang.
“Sejauh ini capaian imunisasi di Berau terus menurun. Banyak orang tua masih menolak anaknya divaksin dengan alasan takut demam atau efek samping,” ungkap Kepala Dinkes Berau, Lamlay Sarie melalui Petugas Tim Surveilans Imunisasi, Adi Haryono.
Ketakutan orang tua selama ini, lanjut Adi, menyebabkan anak-anak yang menerima imunisasi pada tahun 2025 lalu hanya mencapai 65 persen. Karena itu, tidak ada satu kabupaten atau kota di Kalimantan Timur yang memenuhi target nasional.
Diakuinya, salah satu faktor utama yang menyebabkan terjadinya penolakan yakni pengaruh informasi di media sosial. Beberapa orang tua percaya bahwa vaksin bisa menyebabkan kejang, autis, atau bahkan kematian.
“Padahal fakta medis menunjukkan tidak ada hubungan antara vaksin dan penyakit lain yang muncul,” jelasnya.
“Kadang ada orang tua bilang, anak saya yang divaksin jadi sakit, sementara yang tidak divaksin sehat. Padahal vaksin hanya mencegah penyakit tertentu, bukan semua penyakit,” sambungnya.
Karena itu, untuk mengatasi penurunan capaian imunisasi, Dinkes Berau akan gencar melakukan promosi kesehatan. Petugas kesehatan siap mendatangi warga secara langsung, bekerja sama dengan berbagai instansi lintas sektor, hingga memanfaatkan media komunikasi lokal.
“Kuncinya adalah promosi kesehatan. Kami selalu mengedukasi masyarakat mengenai cara mencegah penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin, baik secara langsung maupun melalui koordinasi lintas sektor,” bebernya.
Tak hanya itu, Dinkes Berau juga memastikan anak-anak bisa mendapatkan seluruh imunisasi dasar secara gratis, melalui posyandu atau petugas kesehatan yang jemput bola ke sekolah. Supaya orang tua tidak perlu khawatir soal biaya.
“Upaya ini penting agar perlindungan terhadap penyakit serius pada anak tetap terjamin, sekaligus mendukung kesehatan masyarakat secara keseluruhan,” paparnya.
Untuk diketahui, imunisasi dasar yang lengkap mencakupi pemberian 14 jenis vaksin. Adapun jenis vaksin yang diberikan antara lain BCG untuk mencegah tuberkulosis, DPT-Hib untuk difteri, tetanus, batuk rejan, hepatitis B, dan infeksi Haemophilus influenzae tipe b.
Selain itu ada juga vaksin hepatitis B, MMR dan MR untuk campak rubella, polio tetes (OPV), polio suntik (IPV), TT, DT, TD, vaksin Japanese Encephalitis (JE), serta vaksin HPV, PCV, dan rotavirus. (*/)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi