KLIK BORNEO – BERAU. Rencana pembangunan UMKM Center di Kabupaten Berau belum juga terealisasi hingga saat ini. Keterbatasan anggaran diklaim menjadi rintangan terbesar bagi pembangunan pusat UMKM tersebut.
Untuk mengatasi masalah anggaran itu, Anggota DPRD Berau Grace Warastuty Langsa mengusulkan kepada pemerintah daerah agar dapat berkoordinasi dan membangun kerja sama dengan pemerintah provinsi.
“Kita tahu saat ini sedang efisiensi. Anggaran juga berkurang. Tapi kalau memang mau dibangun segera mungkin bisa lewat provinsi,” ungkapnya belum lama ini.
Sesuai informasi yang diperolehnya, lanjut Grace, rencana pembangunan UMKM Center tersebut sebenarnya sudah dibahas oleh pemerintah daerah, mulai dari segi perencanaan, konsep, pelaksanaan teknis, dan sebagainya.
Namun, tak bisa dihindari bahwa kemampuan anggaran daerah sendiri tak mencukupi. Karena itu, Bantuan Keuangan (Bankeu) provinsi dapat menjadi salah satu solusi terbaik.
“Saya dengar juga kalau prosesnya sudah berjalan dan ditargetkan di tahun 2027. Tentu kita dukung dan kalau boleh ada Bankeu dari provinsi,” jelasnya.
Ditambahkannya, kehadiran UMKM Center sangat diperlukan untuk mendukung pertumbuhan dan pengembangan pelaku usaha lokal di Berau. Tak hanya itu, kehadirannya juga dapat menjadi wadah yang strategis bagi pemasaran produk lokal agar semakin dikenal luas.
“Produk lokal kita sangat potensial. Tapi karena wadah, promosi, dan pemasarannya belum maksimal makanya perlu dikembangkan lewat UMKM Center ini,” tandasnya. (Adv)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi