KLIK BORNEO – BERAU. Jembatan Gunung Sari di Kecamatan Segah, Kabupaten Berau diketahui telah rusak parah sejak 2022 lalu. Namun, hingga kini penanganan jembatan tersebut secara permanen belum juga terwujud.
Meskipun anggaran penanganan selalu diusulkan setiap tahun oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau, usulan itu belum juga disetujui oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Kepala DPUPR Berau, Fendra Firnawan menjelaskan dari sisi teknis, pihaknya sudah menyelesaikan seluruh tahapan perencanaan. Persoalan utama kini terletak pada ketersediaan anggaran konstruksi yang belum juga disetujui.
“Mulai 2023 sampai 2026 ini kita usulkan sebagai prioritas penanganan. Perencanaannya sudah selesai, tinggal anggaran fisiknya saja yang belum terakomodir,” ungkapnya.
Menurutnya, jembatan tersebut merupakan akses vital masyarakat menuju pusat kecamatan dan antarkampung di wilayah Segah. Karena itu, selalu menjadi prioritas usulan setiap tahun.
“Sejak oprit jembatan longsor parah pada 2022, kami memasang jembatan Bailey sepanjang 15 meter sebagai solusi semi permanen. Lalu mau dibangun permanen tapi masih terkendala di anggaran,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi menegaskan jembatan darurat yang ada saat ini memang masih kuat. Namun, tidak dirancang untuk penggunaan jangka panjang.
“Harus segera ditangani permanen karena risiko gerusan arus sungai di bagian hulu saat banjir besar tetap mengancam,” terangnya
Diakuinya, untuk menyulap jembatan tersebut menjadi jembatan permanen yang kokoh, anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp15 miliar. Nilai anggaran itu tidak hanya untuk badan jembatan, tetapi juga untuk penguatan struktur penyangga di sisi darat.
“Lalu juga untuk pembangunan turap (pengamanan tebing) di sisi hulu dan hilir guna mencegah longsor susulan,” bebernya.
Ditambahkannya, hingga saat ini pihak kecamatan dan DPUPR Berau terus berkomunikasi dengan TAPD agar anggaran pembangunan jembatan tersebut bisa segera dikucurkan.
“Kita berharap agar di sisa tahun anggaran 2026 atau pada perencanaan berikutnya, dana Rp15 miliar tersebut bisa dikucurkan demi keselamatan dan kelancaran ekonomi warga Segah,” tandasnya. (*/)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi