Pergi Berburu, Hilang di Hutan Sambarata: Ditemukan dalam Kondisi Lema
KLIK BORNEO – BERAU. Seorang pelajar asal Kampung Tasuk, RT 03, Ali Baharudin (25) dinyatakan hilang di hutan Sambarata, Gunung Tabur, pada Sabtu (11/4/2025). Setelah melewati proses pencarian selama dua hari, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi lemas tak berdaya.
Kapolsek Gunung Tabur, Iptu Putu Ari Sanjaya Putra menjelaskan personel Polsek Gunung Tabur, Polres Berau berhasil menemukan Ali setelah menerima laporan dari Nurul Amin (30), buruh harian yang merupakan warga Kampung Tasuk RT 02.
Disampaikannya, hilangnya korban bermula saat korban bersama beberapa rekannya berangkat menuju lokasi berburu di wilayah Sambarata dengan menggunakan sepeda motor, pada Sabtu, (11/4/2026), sekira pukul 17.00 Wita.
Ketika tiba di lokasi berburu, korban bersama rekan-rekannya berpencar. Namun, korban tidak bersama dengan rekan-rekannya lagi ketika mereka berkumpul kembali sekira pukul 20.00–21.00 Wita.
Pada hari Senin, dua rekan korban kembali ke kampung dan melaporkan kejadian tersebut kepada aparat setempat. Menindaklanjuti laporan tersebut, pada Selasa siang, keluarga korban, warga sekitar, dan anggota Polsek Gunung Tabur mulai melakukan pencarian.
Sekitar pukul 12.00–13.00 Wita, korban akhirnya ditemukan di lokasi terakhir saat terpisah dari rombongan. Selanjutnya, dievakuasi dan diantar kembali ke Kampung Tasuk.
“Korban ditemukan dalam keadaan selamat, namun mengalami kondisi lemas akibat tidak mendapatkan asupan makanan selama berada di dalam hutan,” ungkapnya.
Atas keberhasilan menyelamatkan korban, Polsek Gunung Tabur menyampaikan apresiasi yang berlimpah. Berikutnya, berharap agar warga setempat tetap berhati-hati saat beraktivitas di kawasan hutan.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak memisahkan diri dari rombongan saat beraktivitas di kawasan hutan,” jelasnya.
Tak hanya itu, pihak kepolisian juga mengingatkan pentingnya persiapan yang matang sebelum memasuki wilayah hutan, termasuk membawa perbekalan yang cukup serta menjaga komunikasi antar anggota rombongan guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang. (*/)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi