KLIK BORNEO – BERAU. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melakukan langkah progresif untuk mengakhiri era “susah sinyal” di destinasi unggulan Bumi Batiwakkal. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), kapasitas bandwidth internet di kawasan wisata kini resmi ditingkatkan hingga 1.200 Mbps, sebuah lompatan besar untuk mendukung kenyamanan wisatawan dan pelaku ekonomi kreatif.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, menegaskan bahwa transformasi infrastruktur digital ini merupakan kunci utama untuk menaikkan derajat pariwisata daerah ke level internasional. Menurutnya, ketersediaan jaringan internet yang stabil kini sudah menjadi kebutuhan primer, setara dengan infrastruktur dasar seperti jalan dan listrik.
Internet kini menjadi kebutuhan primer wisatawan karena fungsinya sebagai jendela informasi dan alat dokumentasi instan. Wisatawan membutuhkan koneksi stabil untuk mengakses navigasi peta, layanan reservasi digital, hingga membagikan pengalaman secara real-time di media sosial.
Tanpa jaringan mumpuni, potensi promosi gratis melalui konten pengunjung akan hilang, yang secara langsung dapat menghambat akselerasi popularitas destinasi wisata Berau di kancah global.
“Kita ingin wisatawan yang berkunjung ke Maratua, Derawan, hingga Biduk-Biduk merasa benar-benar nyaman. Penurunan kualitas layanan pariwisata sering kali dimulai dari masalah sepele seperti gangguan sinyal. Dengan kapasitas 1.200 Mbps, kita ingin Berau jadi surga bagi para konten kreator dan digital nomad,” ungkap Gamalis.
Meskipun pembenahan itu dilakukan secara bertahap, Diskominfo Berau menargetkan akan melakukan peningkatan kapasitas bandwith hingga mencapai 1.200 Mbps atau hampir mencapai dua kali lipat dari kapasitas sebelumnya.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau, Didi Rahmadi menjelaskan peningkatan kapasitas bandwith itu dilakukan mengingat kekuatan jaringan yang ada saat ini sebesar 750 Mbps belum bekerja optimal.
“Jadi, penambahan dari 750 menjadi 1.200 Mbps itu bisa langsung digunakan dan dimanfaatkan,” ungkapnya.
Selain peningkatan kapasitas bandwith, Didi menegaskan bahwa jalur transportasi data juga akan diperbesar. Hal itu bertujuan agar akses internet lebih stabil.
Baginya, faktor cuaca atau teknis lain yang terjadi juga telah dipikirkan dengan menyiapkan skema cadangan (backup). Agar tidak lagi terjadi penarikan jaringan dari daerah lain.
“Misalnya seperti kemarin kalau terjadi gangguan di titik utama seperti Derawan atau Tanjung Batu, jaringan akan ditarik dari wilayah Tabalar,” jelasnya.
“Makanya kita siapkan backup-nya. Tujuannya agar komunikasi tetap bisa berjalan meski cuaca kurang bagus atau ada gangguan di jalur utama,” sambungnya.
Diakuinya, hingga saat ini Diskominfo Berau telah membangun komunikasi dengan pimpinan Telkomsel Tarakan yang membawahi wilayah Kaltara dan Berau, guna membahas hal tersebut.
Sesuai rencana, tim gabungan juga akan segera melakukan survei lapangan untuk memetakan kondisi jaringan di seluruh pelosok Kabupaten Berau.
“Kemarin yang dikeluhkan itu di daerah wisata termasuk Biduk-biduk. Tapi sementara ini fokus di Maratua, Derawan, dan Tanjung Batu. Untuk wilayah pesisir lainnya akan masuk di tahap kedua setelah survei bersama,” tandasnya. (Adv)
Penulis : Yoakim Elton SW
Editor : Rahmat Efendi