KLIK BORNEO – BERAU. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau tengah menyiapkan rangkaian strategi taktis guna menghadapi bahaya kebarakan di lapangan.
Salah satu strategi menarik dan inovatif yang tengah digarap adalah melakukan pemetaan terkait keberadaan sumber air secara digital. Hal itu bertujuan untuk mendukung waktu respons dan memperkuat sistem proteksi kebakaran.
Kepala Disdamkarmat Berau, Rakhmadi Pasarakan menjelaskan saat ini pihaknya tengah melakukan tagging atau penandaan titik-titik hidran dan sumber air ke dalam aplikasi Google Maps.
“Kita masukan sumber air, kita tagging ke dalam Google Maps. Karena semua orang itu kan gampang akses ke sana,” ungkapnya.
Langkah tersebut, lanjutnya, diambil agar petugas di lapangan maupun masyarakat dapat dengan cepat menemukan pasokan air terdekat saat keadaan darurat terjadi. Hal itu pun akan dimasukkan dalam Rencana Induk Pencegahan Kebakaran.
“Untuk menentukan posisi hidran baru kita sesuaikan dengan kajian konektivitas dari PDAM,” jelasnya.
Tak hanya dengan PDAM, lanjut Rakhmadi, Disdamkarmat juga akan melibatkan sektor swasta. Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke perusahaan-perusahaan, terutama perkebunan yang memiliki risiko kebakaran lahan.
“Kami harus inspeksi ke perusahaan-perusahaan. Jadi perusahaan harus bisa mengantisipasi, apalagi perkebunan sudah ada sarana operasionalnya,” tegasnya.
Selain sidak, kunjungan rutin ke pos-pos pemadam kebakaran juga akan diintensifkan untuk memantau kekurangan logistik dan peralatan di setiap wilayah. Warga juga diminta aktif dalam pencegahan dini.
“Peran aktif masyarakat itu perlu kita perkuat. Karena mereka yang lebih tahu kebakaran di sini, akses masuk selang yang lebih dekat di mana,” pungkasnya. (*/)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi