KLIK BORNEO – BERAU. SMA Negeri 16 Berau direncanakan akan segera dibangun Pemprov Kaltim di Kecamatan Segah. Kehadirannya tentu sangat dinanti, apalagi keberadaan fasilitas pendidikan tingkat menengah atas di wilayah itu, masih kurang.
Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto menjelaskan perhatian Pemprov Kaltim terhadap kehadiran SMA itu patut diapresiasi. Lantaran langkah itu akan membuka akses dan mempermudah layanan pendidikan bagi generasi muda di wilayah itu.
“Kita tentu mendukung dan apresiasi. Apalagi hal ini selalu diutarakan warga saat Musrenbang supaya ada lagi SMA di sana,” ungkapnya.
“Kami di DPR juga siap mengawal dan menyuarakan agar ini bisa terlaksana,” sambungnya.
Disampaikannya, kehadiran sekolah baru itu harus selaras dengan visi menciptakan generasi emas Kaltim, sebagaimana yang digaungkan pemerintah daerah. Karena itu, keberadaannya tidak hanya sekadar bangunan fisik, tetapi benar-benar merupakan pusat pendidikan yang siap digunakan sejak awal.
“Kami tidak ingin dibangun lalu tidak langsung dipakai karena fasilitas penunjangnya belum disiapkan,” terangnya.
“Makanya kami mau sarankan sekolah harus dilengkapi fasilitas, bangunan dan perlengkapan belajar harus siap pakai,” tambahnya.
Tak hanya fasilitas penunjang, tenaga pendidik juga harus mulai disiapkan. Para calon guru atau tenaga pengajar juga diharapkan merupakan warga lokal atau putera-puteri daerah.
Guru lokal sendiri, lanjutnya, memiliki keunggulan karena lebih dekat dengan lingkungan kerja dan cenderung bertahan lebih lama dibandingkan tenaga dari luar daerah. Hal ini juga dapat menghindari persoalan klasik seperti mutasi atau kepulangan tenaga pengajar ke daerah asal.
“Saya harap nanti menarik guru-guru lokal kita, tempat kerja dekat mereka betah,” bebernya.
Subroto berharap proyek tersebut dapat segera terealisasi. Berikutnya, berkualitas dan dapat menjadi contoh bagi sekolah yang akan dibangun di masa mendatang.
“Kita akan kawal, ini tanggung jawab provinsi, nanti kita lihat dan nilai kinerjanya,” tandasnya. (Adv)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi