Lantai 2 dan 3 Gedung Walet Belum Difungsikan, Butuh Lift hingga Rp5 miliar

KLIK BORNEO – BERAU. Sejak diresmikan pada 3 Oktober 2025 lalu, Gedung Walet – RSUD Abdul Rivai baru mengoperasikan satu unit layanan. Unit layanan itu yakni Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang berlokasi di lantai 1 atau lantai dasar.

Berbeda dengan IGD, dua unit layanan lain yakni Instalasi Bedah Sentral (IBS) yang direncanakan akan beroperasi di lantai 2 dan unit perawatan intensif atau intensive care unit (ICU) di lantai 3, belum juga difungsikan hingga saat ini.

Direktur RSUD Abdul Rivai, Jusram menjelaskan belum berfungsinya unit layanan di dua lantai tersebut terjadi lantaran akses lift atau elevator belum juga tersedia.

“Kalau liftnya sudah ada itu sudah bisa dipakai,” ungkapnya.

Disampaikannya, pengadaan lift itu sebenarnya sudah dilakukan pada tahun lalu. Namun, gagal kontrak menyebabkan vendor diblacklist dan anggaran dikembalikan lagi ke pemerintah daerah.

“Di akhir tahun kemarin gagal kontrak jadi kami putus distribusinya mereka. Itu tidak bagus jadi kami buat blacklist untuk vendornya,” jelasnya.

“Anggaran untuk lift ini Rp4-5 miliar. Karena ada 4 lift yang dibutuhkan, lift kotor, lift bersih, lift petugas, dan lift pasien,” sambungnya.

Jusram menegaskan untuk ruang ICU yang ada di Edelweis dan yang berada di kamar operasi akan dipindahkan ke lantai 3 gedung walet. Total tempat tidur yang sudah disiapkan untuk ruang itu mencapai 18 tempat tidur.

“Itu sebenarnya sudah siap. Kalau liftnya sudah ada itu sudah bisa dipakai,” bebernya.

Kehadiran dua unit layanan di RS pengembangan itu tentu sangat dinantikan masyarakat. Karena itu, segala kendala yang menghambat beroperasinya layanan tersebut diharapkan segera diatasi. (*/)

Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT