Anggaran Pendidikan Berau 20 Persen, Murid SD Malah Numpang di Rumah Warga

KLIK BORNEO, BERAU – Alokasi anggaran pendidikan yang mencapai 20 persen ternyata belum mampu menjamin pembangunan fasilitas pendidikan yang layak. Pasalnya, masih ada wilayah yang sama sekali belum tersentuh gedung sekolah.

Hal itu khususnya dialami sejumlah murid sebuah SD di RT 17, Kelurahan Gunung Tabur, Kabupaten Berau. Mereka terpaksa menumpang belajar di rumah warga karena belum memiliki gedung sekolah.

Mandeknya proyek ini memantik komentar dari sejumlah anggota DPRD Berau. Salah satunya, Anggota Komisi I DPRD Berau, Thamrin.

“Saya sendiri sangat miris melihatnya. Padahal anggaran pendidikan kita itu 20 persen dari APBD,” ungkapnya, Senin (18/5/2026).

Menurut Thamrin, anggaran daerah beberapa tahun lalu bahkan sempat menyentuh angka Rp5 miliar. Jumlah itu tentu lebih dari cukup untuk mendirikan bangunan sekolah dasar yang representatif.

Dengan demikian, baginya, mandeknya pembangunan fisik sekolah ini tak hanya terjadi karena masalah lahan tetapi juga akibat koordinasi yang buruk antara pihak kelurahan, kecamatan, Dinas Pendidikan, dan Dinas Pertanahan.

“Harus duduk satu meja. Kalau memang lahan bisa dibebaskan, silakan Dinas Pertanahan dan Dinas Pendidikan bergerak,” tegasnya.

Tak hanya itu, Thamrin menyinggung rencana Kepala Dinas Pendidikan Berau yang berniat mengubah status SD Filial menjadi sekolah swasta lewat kerja sama korporasi. Rencana ini dinilai blunder dan tidak realistis.

“Sekolah negeri saja kita masih kekurangan guru, apalagi kalau diubah jadi swasta? Mana ada relawan yang mau mengajar tanpa digaji,” pungkasnya. (Adv)

Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT