ADK Turun, Pemkab Pasang Dana Karbon Jadi Benteng Finansial Kampung

KLIK BORNEO – BERAU. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau bergerak cepat membentengi keuangan di tingkat desa. Langkah itu diambil menyusul adanya penurunan Alokasi Dana Kampung (ADK) dan dana desa di tingkat kampung, tahun ini.

Sebagai solusi, Pemkab Berau resmi memasang skema dana karbon sebagai jaringan pengaman finansial alternatif.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menegaskan bahwa insentif dari sektor lingkungan ini memiliki peran krusial. Dana tersebut menjadi katup penyelamat agar roda program di masyarakat tetap berputar kencang.

“Bisa dibilang, ketika ADK atau dana desa menurun, dana karbon ini menjadi ruang bagi kita untuk bernapas,” ungkapnya.

Saat ini, lanjut Bupati Sri, benteng finansial tersebut siap melindungi 77 kampung dan kelurahan yang tersebar di seluruh Bumi Batiwakkal.

Suntikan dana segar yang dialokasikan ke tiap wilayah pun terhitung sangat signifikan untuk ukuran anggaran cadangan.

“Suntikan ini mencapai Rp349 juta penuh per desa. Angka yang sangat lumayan untuk menggerakkan pembangunan,” jelasnya. Demi menjaga transparansi dan akuntabilitas, Bupati Sri memastikan kucuran dana karbon ini tidak akan tumpang tindih.

Seluruh anggarannya akan diintegrasikan langsung dan dikunci melalui mekanisme Perubahan Anggaran Kampung (PAK).

Melalui langkah birokrasi itu, aparatur kampung kini memiliki payung hukum yang kuat untuk mengeksekusi program pelayanan publik tanpa perlu cemas dengan efisiensi anggaran utama. “Jadi, paling tidak dengan adanya dana karbon itu, kampung masih bisa bernapas,” tandasnya. (Adv*/)

Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT