Terumbu Karang Maratua Terancam, Kapal Wisata Kandas di Spot Selam Favorit

KLIK BORNEO – BERAU. Insiden kandasnya kapal wisata jenis live on board (LOB) di perairan Maratua memicu kekhawatiran terhadap keselamatan ekosistem bawah laut yang selama ini menjadi daya tarik utama wisata bahari Kabupaten Berau.

Kapal yang diduga bernama SeiSea tersebut dilaporkan kandas pada Jumat (19/6/2026) di kawasan Channel Point Tornado Barracuda, salah satu lokasi penyelaman favorit yang dikenal memiliki hamparan terumbu karang dan keanekaragaman laut yang tinggi.

Meski kapal berhasil dievakuasi dari lokasi kandas, perhatian kini tertuju pada potensi dampak yang ditimbulkan terhadap terumbu karang di kawasan konservasi tersebut.

Kepala UPTD Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kepulauan Derawan dan Perairan Sekitarnya (KKP3K KDPS) Berau, Didik Riyanto, mengatakan pihaknya telah menerima laporan kejadian dan meneruskannya kepada Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Tarakan.

“Kejadiannya hari ini dan sudah kami laporkan ke PSDKP Tarakan karena itu menjadi kewenangan mereka,” ujar Didik.

Menurut informasi yang diterima, kapal tersebut sedang mengangkut wisatawan untuk kegiatan penyelaman sebelum akhirnya mengalami kandas. Sejumlah speedboat yang berada di sekitar lokasi turut membantu proses evakuasi hingga kapal berhasil ditarik keluar.

Namun, hingga saat ini kondisi terumbu karang di bawah lokasi kejadian belum dapat dipastikan. Tim konservasi dijadwalkan melakukan pemeriksaan lapangan guna mengetahui ada tidaknya kerusakan yang ditimbulkan.

“Kami akan tindak lanjuti dengan peninjauan lapangan untuk memastikan ada atau tidak dampak terhadap terumbu karang,” katanya.

Peristiwa ini dinilai menjadi pengingat penting bahwa meningkatnya aktivitas wisata bahari di Maratua harus diimbangi dengan kepatuhan terhadap jalur pelayaran serta pengawasan yang lebih ketat di kawasan konservasi.

Seorang pelaku wisata di Maratua menilai insiden tersebut tidak boleh dianggap sebagai kejadian biasa. Menurutnya, terumbu karang merupakan aset utama yang menopang industri wisata selam di kawasan tersebut.

“Kalau pengawasannya longgar, yang rusak bukan cuma karang, tapi masa depan pariwisata Maratua juga ikut terancam,” tegasnya.

Hasil pemeriksaan lapangan yang akan dilakukan dalam waktu dekat menjadi penentu sejauh mana dampak insiden tersebut terhadap ekosistem bawah laut. Jika ditemukan kerusakan karang, maka kejadian ini berpotensi menjadi catatan serius bagi pengelolaan wisata bahari dan upaya konservasi di Maratua.(Cha/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT