KLIK BORNEO – BERAU. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau kini mulai mewajibkan setiap kampung di Bumi Batiwakkal untuk menelurkan produk unggulan yang berbeda dari kampung lainnya.
Kepala DPMK Berau, Tenteram Rahayu menjelaskan langkah itu ditempuh demi menghindari kejenuhan pasar dan persaingan tidak sehat di antara Badan Usaha Milik Kampung (BUMK).
Untuk mencapai maksud itu, lanjutnya, Kampung Giring-Giring dapat dijadikan sebagai contoh (role model). Pasalnya, BUMK di kampung ini telah berhasil mengolah kelapa dalam menjadi minyak goreng jernih dan sabun berkualitas tinggi.
“Belajar dari sana, jangan semua kampung membuat produk yang sama. Pemasaran akan menjadi tantangan berat jika tidak ada ciri khas,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Tenteram memastikan bahwa legalitas produk kampung Giring-Giring, dari BPOM, akan terbit pada Juli mendatang. Setelah mengantongi izin, produk ini akan langsung dipasarkan ke sektor pariwisata premium.
“Kami targetkan hotel, resort, hingga homestay di Berau memakai produk ini agar pasar mereka lebih luas,” jelasnya.
Diakui Tenteram, memang sebelumnya minyak kelapa tradisional Biduk-Biduk terkendala di pemasaran karena warnanya yang kekuningan dan baunya yang menyengat apabila disimpan lama. Namun, hal itu sudah bisa diatasi.
Melalui program SIGAP, DPMK telah memberikan fasilitas alat pengolahan yang modern. Hasilnya, minyak kelapa yang diproduksi kini jauh lebih jernih dan aromanya stabil.
“Nah ini kita mau dorong supaya kampung lain bisa ciptakan produknya yang khas, nanti kita siap dampingi. Jika Giring-Giring fokus pada minyak goreng dan sabun mandi, Kampung Karangan bisa yang lainnya,” tandasnya. (Adv/*)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi