KLIK BORNEO – BERAU. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) memastikan proyek relokasi tahap pertama rumah warga Kampung Long Ayap yang terdampak banjir beberapa waktu lalu, segera memasuki proses lelang.
Kepastian ini diperoleh setelah Disperkim Berau menyelesaikan masalah legalitas lahan bersama Bagian Hukum Setda Berau. Dengan rampungnya status lahan itu, relokasi gelombang pertama itu ditargetkan rampung tahun ini.
“Terakhir kemarin, kami koordinasi dengan bagian hukum soal masalah lahan, sudah ok. Ini tinggal lelang. Targetnya akhir tahun anggaran selesai,” ungkap Kepala Disperkim Berau, Mulyadi.
Adapun jumlah rumah yang akan dibangun di tahap pertama ini mencapai 37 unit. Anggaran yang disiapkan sejumlah Rp5 miliar pun diharapkan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Dari anggaran 5 miliar itu semuanya nanti kita akan lelang, nanti semuanya lengkap, per unitnya itu sekitar Rp150 juta,” jelasnya.
Lebih lanjut, Mulyadi mengaku bahwa pihaknya berencana memasukkan sisa unit yang dibangun ke dalam Anggaran Belanja Tambahan (ABT). Namun, keterbatasan waktu menyebabkan penyelesaian secara keseluruhan ditargetkan mundur.
“Yang pasti sisanya lebih banyak. Rencana kita di ABT. Tapi di ABT rasanya belum bisa jadi di 2027 baru dituntaskan. Pokoknya sisanya itu kalau tidak salah 39. Tahun depan saya optimis,” tambahnya.
Selama proses relokasi ini berjalan, lanjutnya, 76 kepala keluarga (KK) yang rumahnya terdampak banjir itu tetap tinggal dan bertahan di kediaman lama mereka masing-masing.
Ditambahkannya, program relokasi itu merupakan realisasi dari janji Bupati Berau yang berkomitmen mendahulukan program kerja yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Karena itu, meskipun porsi anggaran untuk pembangunam fisik berkurang, proyek relokasi ini tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
“Ibu bupati sudah berjanji yang diprioritaskan itu betul-betul menyentuh masyarakat. Mungkin fisik kurang. Tapi ini kan terkait relokasi yang sangat prioritas. Saya berharap di 2027 bisa terealisasi semuanya,” pungkasnya. (*/)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi