KLIK BORNEO – BERAU. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Berau terus memutar otak untuk mengikis area buta sinyal (blank spot) di wilayah pedalaman Berau, khususnya di Kecamatan Kelay.
Salah satu solusi yang hendak ditempuh yakni menambah jumlah tower hingga 9 unit di wilayah tersebut. Namun, hal itu rupanya belum dapat dilaksanakan dalam waktu dekat.
Masalah anggaran lagi-lagi menjadi kendala yang menghalangi rencana itu terealisasi. Karena itu, opsi lain yang akan dilakukan yakni mengoptimalkan kombinasi teknologi jaringan radio dan satelit Starlink.
Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi menjelaskan hingga saat ini, skema perluasan jaringan sebenarnya telah berhasil menyasar hingga 100 kampung di Kabupaten Berau. Terutama, melalui pemanfaatan teknologi radio antarkampung yang berdekatan.
“Sebenarnya 100 kampung kita sudah pasang internet. Lalu kita gunakan radio, kita tarik misalnya dari Merasa ke Muara Lesan, lalu dari Muara Lesan ke Lesan Dayak,” ungkapnya.
Meski demikian, tantangan geografis di wilayah Kelay tergolong ekstrem. Kondisi topografi yang berbukit-bukit membuat gelombang radio konvensional dari ibu kota kecamatan, bahkan tidak mampu menembus gunung untuk mencapai kampung tertentu, seperti Merasa.
Demi menyiasatinya, Diskominfo terpaksa menarik jalur sinyal memutar dari wilayah Sangatta, Kutai Timur (Kutim). Alternatif penarikan sinyal lain dari arah Wahau pun dinilai tidak efisien karena menuntut pembangunan tambahan dua tower mini baru.
Sebagai solusi jangka panjang, lanjut Didi, pihaknya akan menstabilkan sinyal seluler, khususnya di hulu Kelay dengan mendirikan sembilan tower kecil tambahan. Namun, proyek tersebut dipastikan belum akan berjalan dalam waktu dekat.
“Untuk sembilan tower yang mau dibangun di wilayah Kelay itu untuk sementara belum dibangun, masih rencana. Sehingga kita menggunakan radio yang bisa pakai radio, yang tidak bisa dijangkau radio, sementara kita pakai Starlink,” bebernya.
Ditambahkannya, Diskominfo Berau juga kini sedang bersiap mengoneksikan jaringan internet secara permanen di empat kampung strategis, yakni Muara Lesan, Lesan Dayak, Panaan, dan Merasa, seiring dengan masuknya pasokan listrik dari PLN.
Langkah itu nantinya akan dikoordinasikan langsung dengan masing-masing kepala kampung. Mengingat pengadaan jaringan internet ini menggunakan sistem kontrak, Diskominfo meminta pemerintah kampung untuk mulai menunjukkan kemandirian anggarannya.
“Karena ini kontrak, maka kita minta mereka (pemerintah kampung) untuk menyiapkan anggarannya untuk membuat listrik dengan anggaran kampung masing-masing,” pungkasnya. (Adv/*)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi