Atur Jarak Kelahiran Minimal 3 Tahun, Langkah Strategis Pemkab Berau dan BKKBN Cegah Stunting

KLIK BORNEO – BERAU. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau berkolaborasi dengan Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalimantan Timur mengampanyekan pentingnya mengatur jarak kehamilan.

Langkah tersebut dinilai penting dan menjadi strategi krusial untuk mencegah stunting dan meningkatkan kualitas pengasuhan anak.

Hal tersebut mengemuka di sela-sela peninjauan pelayanan Keluarga Berencana (KB) di sejumlah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-23 Tingkat Provinsi Kaltim yang diselenggarakan di Kabupaten Berau.

Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim, Sunarto memberikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme warga Berau dalam mengakses layanan alat kontrasepsi. Berdasarkan data sementata, terdapat 20 akseptor yang terdaftar di Puskesmas Tanjung Redeb dan 15 calon akseptor di Puskesmas Bugis.

Menurutnya, angka itu menjadi bukti bahwa masyarakat Berau mulai menyadari pentingnya perencanaan keluarga. Baginya, program KB sendiri bukan bertujuan untuk membatasi jumlah anak, melainkan mengontrol tenggat waktu kelahiran.

“Ini bukan membatasi kelahiran, tetapi mengatur jarak kelahiran minimal 3 tahun. Jarak ini sangat menentukan apakah pengasuhan anak berkualitas atau tidak, serta menjadi faktor penentu apakah anak tersebut berisiko mengalami stunting atau tidak,” ujar Sunarto.

Lebih dari itu, Sunarto juga memuji kesiapan Kabupaten Berau yang siap menjadi tuan rumah Harganas ke-23 tingkat provinsi meskipun di tengah berbagai keterbatasan.

Senada dengan Sunarto, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menyatakan bahwa momentum Harganas ini diperkuat dengan dukungan langsung dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, baik berupa fasilitas pelayanan maupun edukasi ke masyarakat.

Momen Harganas baginya menjadi salah satu wadah untuk memahami dinamika membangun keluarga. Keluarga yang sehat dan bebas stunting, baginya, tidak bisa dibebankan kepada ibu sendirian.

Peran aktif seorang suami atau ayah memegang kendali yang sama besarnya dalam menentukan arah masa depan anak.

“Hari Keluarga Nasional ini menegaskan betapa pentingnya keluarga. Di dalamnya, tugas pengasuhan bukan hanya bertumpu pada ibu saja. Peran seorang ayah juga sangat penting karena akan menentukan kualitas pendidikan dan pola asuh dalam sebuah keluarga,” bebernya.

Untuk diketahui, peringatan Harganas ke-23 dilaksanakan pada 23 Juli 2026 dan akan dihadiri oleh perwakilan dari 10 kabupaten/kota se-Kaltim. Kegiatan itu juga diisi dengan berbagai agenda simultan.

Selain peninjauan pelayanan kontrasepsi di puskesmas-puskesmas, Pemkab Berau juga menggelar kunjungan edukasi ke sekolah-sekolah menengah atas (SMA) serta pelaksanaan pasar murah. (*/)

Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT