KLIK BORNEO – BERAU. Dana karbon dari Bank Dunia untuk Kabupaten Berau diperkirakan akan kembali dikucurkan tahun ini. Adapun nilainya ditaksir lebih tinggi dari tahun sebelumnya.
Meski demikian, daftar kampung yang akan menerima kucuran dana hijau tersebut belum bisa dipastikan. Pasalnya, masih harus menanti hasil evaluasi penggunaan anggaran tahun lalu.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau, Tenteram Rahayu menjelaskan bahwa saat ini pihaknya terus melakukan koordinasi intensif dengan Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bapelitbang) Berau untuk mematangkan program itu.
“Sepertinya tahun ini akan berlanjut, akan ada lagi dana karbon. Kami masih koordinasi dengan Bapelitbang. Memang besarannya yang belum kami pastikan berapa. Tapi sepertinya lebih besar dari tahun sebelumnya, Rp390 miliar,” ungkapnya.
Terkait kepastian kampung mana saja yang akan mendapatkan alokasi tersebut, Tenteram menegaskan bahwa formula penerima manfaat belum final. Sebab, Pemkab Berau masih perlu melihat kembali efektivitas pemanfaatan anggaran yang telah berjalan sebelumnya.
“Tapi belum tahu juga apakah tetap sama, kampung-kampung yang dapat. Karena ada evaluasi penggunaan di tahun lalu,” jelasnya.
Mengenai arah pemanfaatan anggaran, DPMK Berau memastikan menunya tidak akan keluar dari koridor kelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Mengingat sumber pendanaan itu berasal dari Bank Dunia, maka output program harus berdampak langsung pada pemulihan alam dan penguatan ekonomi lokal.
Beberapa program yang menjadi fokus utama meliputi pengembangan produk unggulan atau brand lokal masyarakat kampung, serta aksi nyata penghijauan.
“Ada untuk usaha-usaha, brand masyarakat, seperti beberapa kampung ada usaha madu kelulut, ada untuk penanaman pohon dan sebagainya. Menunya seperti itu, terkait lingkungan dan pemberdayaan masyarakat,” pungkasnya. (Adv/*)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi