KLIK BORNEO – BERAU. Pemerintah Kelurahan Karang Ambun terus berkomitmen mendorong kreativitas warga dalam mengelola limbah domestik. Langkah nyata ini diwujudkan melalui gelaran Pelatihan Kerajinan Tangan dari Barang Bekas yang berlangsung selama tiga hari, pada 11–13 Agustus 2026 lalu.
Program pemberdayaan tersebut dirancang dengan dua target utama. Pertama, meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan sekitar. Kedua, membuka peluang usaha baru yang mampu mendongkrak pendapatan ekonomi keluarga.
Selama pelatihan, para peserta mendapatkan bimbingan teknis untuk mengubah berbagai jenis sampah kering menjadi barang siap pakai. Beberapa produk yang berhasil diproduksi oleh warga antara lain, tas belanja estetik, toples hias serbaguna, tempat tisu unik, dan taplak meja rajut limbah.
Lurah Karang Ambun, Muliana menjelaskan bahwa agenda tersebut merupakan strategi kelurahan untuk mengedukasi warga tentang pentingnya prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R).
“Kami ingin mengubah cara pandang masyarakat. Sesuatu yang selama ini dianggap sampah dan tidak berguna, sebenarnya punya potensi besar untuk disulap menjadi karya yang menarik, bermanfaat, bahkan memiliki nilai jual tinggi,” ungkapnya, Minggu (16/8/2026).
Menurutnya, pemanfaatan barang bekas itu memang merupakan langkah sederhana namun berdampak besar bagi finansial keluarga. Karena itu, ia menegaskan agar keterampilan yang telah diajarkan tidak berhenti begitu saja setelah pelatihan selesai.
Pihak kelurahan berharap warga bisa mempraktikkannya secara mandiri di rumah dan mulai berinovasi menciptakan model-model kerajinan baru yang lebih variatif.
“Harapan kami ilmu ini terus berkembang. Warga bisa terus berkreasi secara konsisten, membuat produk yang lebih rapi, lalu mulai memasarkannya secara luas melalui media sosial, bazar UMKM, maupun pameran produk lokal,” jelasnya.
Jika konsistensi ini terjaga, lanjutnya, Kelurahan Karang Ambun optimis produk kerajinan tangan ini akan tumbuh menjadi sektor usaha ekonomi produktif yang menjanjikan bagi masyarakat setempat.
Muliana juga mengingatkan bahwa gerakan menjaga lingkungan ini harus dimulai dari unit terkecil, yaitu lingkungan rumah tangga. Kebiasaan memilah sampah dari dapur dan mengurangi pemakaian plastik sekali pakai diharapkan bisa menular ke tingkat RT hingga mencakup seluruh wilayah kelurahan.
“Dari barang bekas menjadi karya, dari karya menjadi peluang usaha, dan dari kepedulian lahir lingkungan yang lebih terjaga. Semangat inilah yang ingin terus kami hidupkan di Karang Ambun,” terangnya.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas secara umum meminta semua masyarakat untuk dapat menyulap sampah menjadi produk baru bernilai jual. Baginya, hal itu dilakukan tidak hanya untuk menjaga kebersihan lingkungan tetapi juga menjadi jalur usaha alternatif baru bagi masyarakat.
“Kan sampah bisa didaur ulang jadi gantungan kunci, paving blok dan sebagainya. Macam-macam. Sehingga ini terus kita dorong supaya dinas terkait juga jalankan berbagai program pembinaan dan pelatihan,” tandasnya. (Adv/*)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi