KLIK BORNEO – BERAU. PT Pertamina Patra Niaga kembali memperketat pengawasan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Berau, dengan mewajibkan seluruh operator SPBU melakukan pengecekan fisik kendaraan sebelum melakukan pengisian.
Langkah tersebut ditempuh untuk memastikan data pada QR Code Subsidi Tepat benar-benar cocok dengan kendaraan para konsumen di lapangan.
Sales Branch Manager (SBM) III Fuel Kalimantan Timur dan Utara (Kaltimut) PT Pertamina Patra Niaga, Hermawan Bagus menyatakan bahwa langkah itu juga merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memastikan BBM subsidi disalurkan tepat sasaran.
“Kami telah melakukan sosialisasi kepada lembaga penyalur, khususnya kepada pengawas dan operator SPBU, terkait pentingnya pelaksanaan verifikasi sebelum transaksi penyaluran BBM,” ungkapnya.
“Petugas SPBU diwajibkan memastikan kesesuaian antara QR Code Subsidi Tepat dengan kondisi fisik kendaraan sebelum melakukan pengisian,” sambungnya.
Disampaikannya, proses verifikasi di lapangan dilakukan secara langsung dengan mencocokkan data digital pada aplikasi dengan unit kendaraan yang mengantre di area pengisian.
Jika ditemukan manipulasi atau ketidaksesuaian data, Pertamina menginstruksikan adanya tindakan tegas yang langsung diberikan di tempat.
“Verifikasi dilakukan dengan mencocokkan data pada QR Code dengan kendaraan yang datang ke SPBU. Apabila terdapat ketidaksesuaian, petugas diharapkan tidak melanjutkan transaksi dan melakukan langkah sesuai prosedur yang berlaku,” jelasnya.
Sebagai bentuk keseriusan dalam menegakkan aturan itu, lanjutnya, Pertamina juga telah melakukan penindakan langsung terhadap sejumlah lembaga penyalur di Berau yang kedapatan abai dalam menjalankan prosedur verifikasi tersebut.
“Sebagai bagian dari tindak lanjut hasil pengawasan, Pertamina juga telah memberikan surat pembinaan kepada empat SPBU di wilayah Kabupaten Berau,” bebernya.
“Pembinaan tersebut merupakan upaya untuk meningkatkan kepatuhan pengelola, pengawas, dan operator SPBU dalam menjalankan ketentuan penyaluran BBM bersubsidi,” tambahnya.
Melalui pengetatan sistem tersebut, Pertamina berharap tidak ada lagi celah penyalahgunaan nomor kendaraan maupun pemalsuan identitas digital untuk menimbun BBM bersubsidi. Masyarakat juga diminta untuk kooperatif dan mendukung penuh implementasi program digitalisasi ini.
“Pertamina turut mengimbau masyarakat agar menggunakan QR Code Subsidi Tepat secara bijak, benar, dan sesuai dengan peruntukannya. QR Code hendaknya digunakan oleh konsumen yang terdaftar dan pada kendaraan yang sesuai dengan data yang tercatat dalam sistem,” paparnya.
Hermawan menambahkan, keberhasilan program pembatasan BBM bersubsidi ini tidak dapat bertumpu pada Pertamina saja, melainkan membutuhkan integritas dari pihak pengelola gardu pengisian serta kejujuran para konsumen.
“Pertamina mengajak seluruh pihak, baik pengelola dan petugas SPBU maupun masyarakat, untuk bersama-sama menjaga proses penyaluran BBM bersubsidi agar berjalan tertib, transparan, serta tepat sasaran,” pungkasnya. (*/)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi