Fenomena Intrusi Air Laut Paksa Perumda Batiwakkal Hentikan Produksi IPA Gurimbang

KLIK BORNEO – BERAU. Penetrasi air asin akibat fenomena intrusi air laut yang meluas ke wilayah Sungai Berau memaksa Perumda Air Minum Batiwakkal menghentikan sementara operasional pengolahan air bersih di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gurimbang. Padahal, instalasi tersebut selama ini diandalkan untuk menyokong pasokan air bersih bagi para pelanggan di wilayah Kecamatan Sambaliung.

Direktur Perumda Air Minum Batiwakkal, Saipul Rahman, menjelaskan bahwa penghentian produksi dilakukan demi menjaga kualitas air baku serta melindungi sarana pengolahan. Pihaknya terus melakukan pengujian kadar klorida dan parameter air baku secara intensif setiap jam untuk memantau pergerakan pasang surut air.

“Kami pantau terus setiap jam, supaya setiap ada kemungkinan air membaik, kita bisa langsung beroperasi kembali,” ujar Saipul.

Menurut Saipul, sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 2 Tahun 2023, standar baku mutu air menetapkan ambang batas Total Dissolved Solids (TDS) maksimal di bawah 300 miligram per liter. Namun, tingkat salinitas di lokasi intake IPA Gurimbang sempat melonjak drastis hingga menembus angka di atas 1.500 miligram per liter.

“Kadar TDS kemarin bahkan sempat di atas 1.500 miligram per liter. Kami tidak bisa memaksakan produksi karena sifatnya korosif. Di samping memikirkan kualitas air untuk pelanggan, kami juga harus menjaga keawetan alat pengolahan berinvestasi puluhan miliar rupiah agar tidak rusak dalam jangka panjang,” jelasnya.

Kendati demikian, petugas di lapangan tetap memanfaatkan celah surut air asin untuk kembali berproduksi secara fleksibel. “Seperti kemarin malam, jam 12 malam saat kondisi memungkinkan, kami langsung produksi,” tambah Saipul.

Terkait gangguan pasokan di Sambaliung, Saipul memohon maaf atas ketidaknyamanan warga. Sebenarnya, kapasitas ideal IPA Sambaliung berada di angka 80 liter per detik. Namun, akibat pesatnya pertumbuhan pelanggan baru serta penurunan kinerja mesin yang termakan usia, bantuan dari IPA Gurimbang sangat dibutuhkan.

“Penambahan pelanggan sangat cepat. Kapasitas 80 liter per detik di Sambaliung itu untuk mesin lama, dan setelah puluhan tahun tentu ada penurunan. Tahun lalu kami mulai menabung untuk peremajaan alat karena selama ini anggaran habis untuk operasional. Hambatan penurunan elevasi pintu air bisa kami atasi, tapi yang paling sulit memang menghadapi intrusi air laut ini,” tutupnya. (/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT