Diskan Berau Optimis Realisasi Produksi Perikanan Budidaya 2026 Lampaui Tahun Lalu

KLIK BORNEO – BERAU. Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Berau optimis sektor perikanan budidaya tahun 2026 akan melampaui tahun 2025 lalu. Adapun target yang hendak dicapai untuk sektor itu mencapai 2.300 ton.

Kepala Bidang Budidaya Dinas Perikanan Berau, Budiono, menjelaskan bahwa target 2.300 ton tersebut merupakan akumulasi dari tiga sektor utama, yakni budidaya air payau, air tawar, dan laut.

“Untuk budidaya air payau targetnya sebesar 1.200 ton, sedangkan air tawar yang meliputi komoditas nila, lele, dan patin ditargetkan 600 ton. Gabungan tawar dan payau ini sudah 1.800 ton, sehingga sisa 400 ton lagi akan dipenuhi dari budidaya laut,” ungkapnya, Rabu (26/6/2026).

Meskipun target 2.300 ton telah ditetapkan, lanjutnya, Dinas Perikanan tidak sekadar terpaku pada target tersebut. Pasalnya, realisasi produksi perikanan budidaya Berau pada tahun 2025 berhasil menembus angka 3.200 ton atau lebih tinggi dari target yang ditetapkan.

“Sehingga tahun ini bisa lebih tinggi dari itu. Karena sampai saat ini, capaian berjalan sudah hampir mendekati 2.800 ton,” jelasnya.

Disampaikannya, saat ini Diskan Berau terus memacu kinerja agar realisasi akhir tahun 2026 bisa melesat tinggi melampaui rekor tahun lalu. Kendati demikian, tantangan alam saat ini menjadi hambatan yang cukup berat bagi para pembudidaya.

“Untuk produksi air tawar, grafiknya agak mengalami penurunan akibat dampak kondisi ekstrem kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sedang terjadi,” terangnya.

Guna menyiasati tantangan cuaca ekstrem sekaligus mengamankan target realisasi yang tinggi, Diskan Berau menerapkan empat strategi taktis di lapangan, yakni pertama, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para pembudidaya melalui program penyuluhan serta bimbingan teknis (bimtek) secara berkala.

Kedua, mendorong Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) agar aktif mendampingi pembudidaya dalam menerapkan aplikasi teknologi budidaya. Ketiga, tetap konsisten bermitra dengan mitra pembangunan, dalam hal ini Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dan WWF, untuk mendorong adopsi teknologi tepat guna.

“Lalu terakhir mendorong sektor budidaya non pakan. Ini kita dorong kuat untuk produksi secara umum,” tandasnya. (Adv/*)

Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT