KLIK BORNEO – BERAU. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus memacu percepatan swasembada pangan di daerah. Langkah itu siap ditempuh mengingat potensi luasan baku sawah di Kabupaten Berau saat ini telah mencapai 2.365 hektare (Ha).
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan pilar utama pembangunan daerah. Karena itu, Pemkab Berau berkomitmen mendorong kemandirian pangan agar tidak lagi bergantung pada pasokan dari luar daerah.
“Kita tidak boleh bergantung pada pasokan dari luar daerah. Tentu harus mandiri karena potensi lahan dan kemampuan kita dengan daerah lain itu sama,” ungkapnya.
Untuk memaksimalkan potensi sawah seluas 2.365 Ha tersebut, tantangan besar yang harus diselesaikan adalah regenerasi petani. Pasalnya, mayoritas petani di Berau sudah berusia lanjut.
“Nantinya anak muda yang ingin bertani tidak harus menggunakan cara manual, tetapi sudah masuk era modern,” ungkapnya.
“Kami terus berkomunikasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Kaltim dan Kementerian Pertanian untuk mendapatkan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan),” sambungnya.
Penggunaan teknologi pertanian tersebut diharapkan mampu mempercepat proses produksi, mempermudah pekerjaan di lapangan, sekaligus memicu minat kaum milenial untuk turun ke sawah.
Lebih lanjut, percepatan swasembada pangan itu juga menjadi langkah konkrit Pemkab Berau dalam menyukseskan program strategis nasional, khususnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara mandiri.
Demi memastikan target tersebut tercapai, Sri Juniarsih menginstruksikan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Berau untuk memperkuat peran penyuluh pertanian di lapangan.
“Penyuluh harus aktif memantau kebutuhan petani secara tepat sasaran, mulai dari penyediaan benih unggul, keandalan alsintan, perbaikan sarana irigasi, hingga ketersediaan pupuk,” pungkasnya. (Adv/*)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi