Geliat Sektor Perkebunan Berau, Produksi Kakao dan Kelapa Dalam Meningkat

KLIK BORNEO – BERAU.  Sektor perkebunan di Kabupaten Berau menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat positif sepanjang tahun 2026. Berdasarkan data resmi Satu Data Berau melalui Dinas Perkebunan Kabupaten Berau, produksi komoditas perkebunan andalan mengalami lonjakan signifikan berkat intensifikasi lahan dan dukungan program pemerintah daerah.

Komoditas kakao yang menjadi produk unggulan Bumi Batiwakkal diproyeksikan mampu menembus angka produksi hingga lebih dari 650 ton pada tahun 2026. Angka ini melonjak tajam dari capaian produksi tahun-tahun sebelumnya yang berada di kisaran 350 hingga 450 ton.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan bukti nyata dari komitmen pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi komoditas non-tambang.

“Lompatan hasil panen komoditas perkebunan ini membuktikan bahwa sektor agribisnis Berau memiliki daya saing tinggi untuk memperkuat perekonomian masyarakat,” ujar Gamalis.

Di sisi lain, komoditas kelapa dalam juga mencatatkan performa impresif dengan target volume produksi yang terus merangkak naik menyentuh angka 1.350 ton pada periode tahun ini. Lompatan besar ini semakin mengukuhkan Berau sebagai salah satu basis agroindustri potensial di Kalimantan Timur. Keberhasilan peningkatan hasil panen ini tidak lepas dari realisasi program pengembangan strategis yang masif.

Pemerintah Kabupaten Berau mengucurkan program rehabilitasi lahan produktif serta penyaluran bantuan bibit berkualitas. Dinas Perkebunan Kabupaten Berau memastikan bantuan stimulan ini mencakup alokasi lahan pengembangan seluas 400 hektare. Melalui program bantuan bersumber dari Kementerian Pertanian RI tersebut, masing-masing komoditas kakao dan kelapa dalam mendapatkan jatah perluasan areal serta peremajaan tanaman seluas 200 hektare.

Gamalis menyampaikan bahwa bantuan yang disalurkan difokuskan untuk mendorong kemandirian para petani di tingkat kampung.

“Kami terus mengawal peningkatkan kualitas sarana produksi dan peremajaan tanaman agar tingkat produktivitas lahan para petani dapat terus terjaga secara berkelanjutan,” jelas Gamalis.

Selain perluasan lahan, penguatan kapasitas sumber daya manusia gencar dilakukan melalui pendampingan kelompok tani dan pembentukan Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) guna memitigasi dampak cuaca ekstrem. Guna memperluas serapan pasar global, Pemkab Berau aktif mempromosikan hilirisasi produk perkebunan dan membuka peluang investasi agroindustri di ajang nasional.

“Hilirisasi produk perkebunan ini akan terus kita dorong agar memberi nilai tambah tinggi dan dampak ekonomi langsung bagi kesejahteraan warga Berau,” pungkas Gamalis. (Adv)

Penulis : Yoakim Elton SW

Editor   : Rahmat Efendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT