Perkuat Kawasan LP2B Demi Amankan Ketahanan Pangan

Mengalami degradasi, Pemkab Berau melalui DTPHP melakukan beberapa langkah antisipasi alih fungsi lahan pertanian. Pasalnya trend ini berdampak pada penurunan produksi pertanian dalam beberapa tahun terakhir.

KLIK BORNEO – BERAU.  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau memperketat pengawasan terhadap tren alih fungsi lahan pertanian guna menjaga keberlanjutan produksi pangan daerah. Langkah ini menjadi krusial mengingat Kabupaten Berau ditargetkan menjadi salah satu lumbung pangan utama.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, secara konsisten mengimbau para petani untuk menghentikan alih fungsi lahan dan mengoptimalkan komoditas pangan yang ada.
“Sering kita ingatkan para petani, kalau lahan sawah ya tetap sawah. Kita butuh kontribusi para petani untuk memegang peran vital sebagai penyokong pangan IKN, sehingga bantuan peralatan, pupuk, dan bibit akan terus kita maksimalkan setiap tahun,” imbau Bupati Sri Juniarsih Mas.

Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Berau, total alih fungsi lahan basah maupun kering di Berau tercatat sempat menembus 71,11 persen, atau setara dengan luasan 5.065 hektare di tahun pada periode 2017-2023.

Berdasarkan statistik tersebut, Pemkab Berau kemudian mengambil langkah-langkah strategis guna mengatasi masalah alih fungsi tersebut. Sejak 2024 hingga 2026 ini, Pemkab melalui DTPHP merealisasikan program ketahanan pangan sesuai dengan mandat Pemkab melalui Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 02 Tahun 2023 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Melalui regulasi ini, pemerintah mengunci potensi lahan eksisting seluas 2.311,1 hektare di 8 kecamatan serta lahan cadangan seluas 8.609,61 hektare di 9 kecamatan, meliputi kawasan Biatan, Gunung Tabur, Kelay, Sambaliung, Segah, Tabalar, Talisayan, Teluk Bayur, hingga Batu Putih.

Tak hanya mempertahankan lahan, Pemkab Berau juga merealisasikan Program Cetak Sawah Rakyat dan Gerakan Tanam Padi (Gertam) dengan alokasi lahan sawah baru seluas 2.000 hektare pada 2026 melalui kerja sama sinergis antara Kementerian Pertanian dan TNI. Capaian awal program ini telah terealisasi di Kampung Labanan Jaya seluas 16 hektare, Buyung-Buyung di Kecamatan Tabalar seluas 70 hektare, serta Merancang seluas 23 hektare.
Kepala DTPHP Berau, Lita Handini, menegaskan bahwa pemanfaatan lahan baru ini diimbangi dengan modernisasi pertanian, seperti penggunaan teknologi drone penyemprot hama serta penyaluran benih unggul bersertifikat, pupuk, dan alsintan.
“Kawasan LP2B ini kita kunci dan terus kita perluas melalui cetak sawah baru yang dimodernisasi agar ketersediaan lahan tanam tetap terjaga secara optimal,” tegas Lita Handini. (Adv/*)

Penulis : Yoakim Elton SW

Editor   : Rahmat Efendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT