KLIK BORNEO – BERAU. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus memacu pengerjaan fisik pembangunan rumah relokasi bagi warga terdampak banjir bandang di Kampung Long Ayap, Kecamatan Segah. Program kemanusiaan ini dihadirkan sebagai bentuk respons cepat dan komitmen nyata pemerintah daerah dalam memberikan hunian yang layak, aman, serta bebas dari ancaman luapan sungai.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan bahwa keselamatan serta ketenangan hidup masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Langkah relokasi ini diambil guna memastikan warga tidak lagi membayangkan ancaman bencana tahunan yang berpotensi merugikan keselamatan jiwa maupun materiil di pemukiman lama.
“Pemerintah daerah hadir untuk memastikan warga korban banjir Long Ayap mendapatkan hunian baru yang aman, layak, dan permanen agar mereka bisa kembali menata kehidupan dengan tenang,” ujar Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas.
Hingga Pertengahan September 2026, pengerjaan di lapangan mencatatkan tren positif. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Berau, Mulyadi, mengungkapkan bahwa seluruh tahapan administratif awal telah rampung dan proses pengerjaan fisik terus dikebut sesuai target perencanaan.
“Progres pengerjaan saat ini sudah mencapai 45 persen untuk relokasi rumah warga Long Ayap. Proses lelang telah selesai dan kontraktor pelaksana sedang mempercepat tahap pembangunan fisik gedung,” ungkap Kepala Disperkim Berau, Mulyadi.
Proyek tahap awal ini mengucurkan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp5 miliar untuk membiayai pembangunan 37 unit rumah prioritas dari total target keseluruhan 76 unit rumah relokasi. Setiap unit hunian mendapatkan alokasi pembiayaan sebesar Rp150 juta demi menjamin kualitas konstruksi bangunan yang tangguh.
“Dana yang kami siapkan sebesar Rp5 miliar, di mana per unitnya dialokasikan Rp150 juta untuk 37 unit yang dibangun pada gelombang pertama ini,” bebernya.
Mulyadi menargetkan pembangunan 37 unit hunian baru ini dapat tuntas secara keseluruhan pada akhir tahun anggaran 2026.
“Kami optimistis seluruh unit rumah tahap pertama ini selesai tepat waktu sehingga dapat segera diserahterimakan dan dihuni oleh warga,” pungkas Mulyadi.(Adv)
Penulis : Yoakim Elton SW
Editor : Rahmat Efendi