KLIK BORNEO – BERAU. Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Berau terus memacu produktivitas tambak air payau di tengah hantaman fenomena El Nino. Langkah itu ditempuh sekaligus merespons tingginya permintaan pasar terhadap komoditas perikanan Berau.
Kepala Bidang Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Berau, Budiono menjelaskan bahwa fenomena El Nino memang sempat menekan hasil panen.
Pembudidaya yang biasanya meraih 500 hingga 800 kilogram sekali panen, kini sebagian mengalami penurunan akibat dinamika cuaca ekstrem yang melenceng dari kondisi ideal perairan.
“Fenomena ini secara umum membuat budidaya air payau agak terkendala dari sisi peningkatan suhu yang memicu naiknya salinitas,” ungkapnya.
“Tapi yang paling penting saat ini adalah bagaimana pembudidaya bisa menyesuaikan metode pengelolaan dengan kondisi alam yang ada,” sambungnya.
Meski produksi menghadapi tekanan alam, Budiono memastikan bahwa peluang pasar dan rantai pemasaran luar daerah sama sekali tidak terganggu.
Komoditas unggulan seperti udang windu dan ikan bandeng asal Bumi Batiwakkal tetap menjadi primadona dan diserap secara maksimal.
“Untuk persoalan pemasaran, khususnya komoditas udang, sejauh ini belum menjadi kendala utama bagi kami. Permintaan pasar masih sangat tinggi,” jelasnya.
Disampaikannya, hasil panen para pembudidaya lokal terus dikirim ke berbagai kota besar, seperti Balikpapan, Tarakan, hingga Surabaya.
Dari pusat penampungan tersebut, produk perikanan Berau bahkan dipasarkan kembali untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional atau ekspor.
Melihat potensi ekonomi yang begitu besar, Diskan Berau berkomitmen memperkuat pendampingan agar pembudidaya mampu beradaptasi dengan cepat melalui berbagai langkah strategis.
“Kami terus mendorong penggunaan komoditas yang lebih mampu menghadapi perubahan salinitas tinggi,” bebernya.
“Bersamaan dengan itu, kami juga memperkuat pendampingan langsung kepada pembudidaya di sejumlah wilayah sentra,” tambahnya.
Beberapa langkah taktis yang kini dipacu bersama para petambak antara lain, penerapan komoditas adaptif, manajemen kualitas air yang ketat, hingga penguatan pendampingan di lapangan.
Melalui upaya proaktif ini, Diskan Berau optimis tantangan alam akibat El Nino dapat dilewati, sehingga sektor budidaya air payau tetap menjadi pilar utama ekonomi yang produktif dan menyejahterakan masyarakat. (Adv/*)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi