Arah Baru Ekonomi Berau: Jadi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional dan Borong Penghargaan Arindama 2026

KLIK BORNEO – BERAU. Kabupaten Berau semakin mantap melangkah dalam proses transisi ekonomi menuju sektor berkelanjutan. Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025-2029, Kabupaten Berau secara resmi ditetapkan sebagai kawasan pengembangan pariwisata nasional.

Ketetapan strategis ini selaras dengan dokumen RPJMD Provinsi Kalimantan Timur 2025-2029, di mana Bumi Batiwakkal didorong untuk fokus memajukan sektor pariwisata, ekonomi kreatif (ekraf), dan UMKM. Sektor-sektor ini akan berjalan beriringan dengan penguatan sektor penunjang seperti pertanian, perkebunan, serta perikanan.

Langkah transisi ini mendapat momentum besar pada awal tahun 2026. Pemerintah Provinsi Kaltim menganugerahkan dua penghargaan Anugerah Arindama sekaligus kepada Kabupaten Berau, masing-masing di Bidang Kelautan dan Perikanan serta Bidang Pembangunan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Menanggapi pencapaian tersebut, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menyatakan rasa syukur yang mendalam atas pengakuan dan sinergi regulasi yang menempatkan Berau pada posisi strategis nasional.

“Ditambah lagi, penghargaan Arindama 2026 di bidang pariwisata, ekraf, serta kelautan dan perikanan yang kita raih menjadi pemacu semangat luar biasa bagi seluruh elemen di daerah,” ungkapnya.

Bupati Sri menegaskan bahwa Berau tidak bisa lagi bergantung sepenuhnya pada sektor ekstraktif. Sebaliknya harus bertransisi ke arah ekonomi hijau dan biru yang berkelanjutan dan menjadi motor utama kesejahteraan masyarakat.

“Sektor ekraf dan UMKM akan kita naikkan kelasnya, sementara ketahanan pangan dari pertanian, perkebunan, dan perikanan akan diperkuat untuk menopang ekosistem pariwisata tersebut,” jelasnya.

Selaras dengan arahan Bupati, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budisantoso menyatakan kesiapan instansinya untuk menerjemahkan mandat Perpres dan RPJMD tersebut ke dalam program kerja konkret di lapangan.

“Amanat dari Ibu Bupati dan pemerintah pusat sangat jelas. Tugas kami di Disbudpar kini adalah melakukan akselerasi penguatan destinasi, sekaligus memastikan ekosistem ekonomi kreatif dan UMKM lokal benar-benar hidup dan siap menyambut wisatawan,” terangnya.

Yudha menambahkan, penghargaan Arindama di bidang pariwisata dan ekraf merupakan refleksi dari kerja keras lintas sektor yang harus terus ditingkatkan kualitasnya.

“Sesuai dengan arahan Ibu Bupati mengenai transisi berkelanjutan, pariwisata yang kami kembangkan ke depan berfokus pada kualitas (quality tourism), bukan sekadar kuantitas,” bebernya.

“Kami juga akan memperkuat kolaborasi dengan Dinas Perikanan dan Pertanian agar komoditas lokal Berau seperti hasil laut segar dan produk perkebunan dapat diserap langsung sebagai daya tarik kuliner dan oleh-oleh khas pariwisata Berau,” tandasnya. (Adv/*)

Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT