KLIK BORNEO – BERAU. Sektor budidaya rumput laut Kabupaten (Pemkab) kian menjadi primadona baru bidang kelautan. Untuk memastikannya terus tumbuh, berbagai langkah inovatif dan berkelanjutan terus dilakukan pemerintah daerah.
Melalui Dinas Perikanan (Diskan), upaya menggenjot dan atau meningkatkan hasil produksi tersebut dilakukan lewat pendampingan intensif dan berkelanjutan bagi para pembudidaya lokal.
Terkait itu, Kepala Bidang (Kabid) Budidaya Diskan Berau, Budiono menjelaskan bahwa pendampingan di lapangan saat ini difokuskan pada modifikasi metode penanaman dan pemeliharaan. Pasalnya, tidak semua zona pesisir menjadi wilayah aman bagi budidaya rumput laut.
“Misalnya Karangan, itu zona yang baik karena penyu sebagai hama penganggu rumput laut tidak masuk ke wilayah air payau,” ungkapnya.
Modifikasi metode itu, lanjutnya, diperlukan agar budidaya rumput laut dapat adaptif dilakukan di wilayah pesisir lainnya yang potensial. Hal ini pun terus disosialisasikan kepada para pembudidaya.
“Contohnya, penerapan alat pengaman seperti jaring pelindung atau metode adaptif lainnya agar budidaya tetap aman dan tidak mengganggu ekosistem biota laut sekitar,” jelasnya.
Melalui program pendampingan dan pembinaan kapasitas SDM yang berjalan simultan ini, Budiono berharap rumput laut dapat bertransformasi menjadi pilar ekonomi baru yang kuat dalam mendukung ekonomi Berau.
Secara khusus terkait komoditas rumput laut Kampung Karangan, Budiono menjelaskan bahwa saat ini produktivitasnya menunjukkan performa pasar yang sangat positif. Permintaan dari luar negeri terus mengalir.
“Permintaan ekspor rumput laut kering kita ke pasar internasional seperti Tiongkok dan Hong Kong terus berjalan rutin lewat jalur pengiriman Tarakan, Surabaya, dan Makassar,” bebernya.
Dalam kurun waktu tiga bulan, tambahnya, volume pengiriman dari Berau mampu mencapai dua kontainer atau setara dengan 40 ton. Dengan capaian tersebut, akumulasi produksi rumput laut kering dari kawasan Biatan diproyeksikan mampu menembus angka 160 hingga 360 ton per tahun.
“Kita harapkan tak hanya di Karangan, di kampung lain juga budidaya ini bisa masuk dan bisa menghasilkan,” tandasnya. (Adv/*)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi