Diskan Alihkan Stok Ikan Hari Jadi untuk Ketahanan Pangan Warga Kelay dan Segah

KLIK BORNEO – BERAU. Pelaksanaan kegiatan Manutung Jukut dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Berau dan Kota Tanjung Redeb dipastikan batal digelar. Sebagai gantinya, pasokan ikan yang disiapkan, akan didistribusikan ke wilayah Segah dan Kelay.

Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Berau, Abdul Majid menegaskan bahwa pengalihan ke kampung-kampung di dua wilayah itu dilakukan mengingat wilayah itu masih terdeteksi masuk zona rawan pangan dan memiliki keterbatasan akses terhadap hasil perikanan laut

Tak hanya itu, strategi itu juga sekaligus dilakukan sebagai intervensi nyata pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat di dua kecamatan tersebut.

“Kalau untuk mencakup seluruh Kabupaten Berau sekaligus tentu tidak memungkinkan. Fokus utama kita adalah menyalurkannya ke daerah yang rawan pangan serta daerah yang konsumsi ikan lautnya masih rendah, seperti di Kelay atau Segah,” ungkapnya.

Mengingat perjalanan menuju kecamatan sasaran membutuhkan waktu dan infrastruktur yang matang, lanjutnya, Diskan Berau akan fokus pada upaya mempersiapkan manajemen logistik yang ketat.

Hal itu dilakukan untuk memastikan agar komoditas protein hewani yang akan dikirimkan tetap dalam kondisi prima dan segar saat tiba di tangan masyarakat. Karena itu, kesiapan armada penyalur juga harus diperhatikan secara serius.

“Kita mau mengantar ikan tentu memerlukan biaya transportasi dan BBM. Tidak mungkin mengantar bantuan logistik tanpa kesiapan armada yang memadai. Semuanya bergantung pada anggaran operasional tersebut,” jelasnya.

Saat ini, tambahnya, Diskan Berau tengah menunggu penyelesaian proses administrasi pergeseran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P). Begitu alokasi dana operasional ini disetujui, jumlah kuota ikan serta jadwal distribusi terukur akan segera dipastikan.

“Kita harapkan proses pergeseran anggaran ini segera selesai supaya rencana kita itu bisa segera terlaksana,” bebernya.

Abdul berharap pelaksanaan program alokasi pangan berbasis gizi ini dapat memberikan kontribusi langsung dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat pedalaman, menekan angka stunting, serta menjaga stabilitas ketahanan pangan di Bumi Batiwakkal. (Adv/*)

Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT