KLIK BORNEO – BERAU. Pelaksanaan Berau Expo tahun 2026 menargetkan transaksi perputaran uang mencapai Rp15 miliar. Untuk memastikan hal itu tercapai dan berjalan lancar, pendataan pun mulai dilakukan.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menegaskan bahwa gelaran Berau Expo 2026 bukan hanya sekadar ajang hiburan tahunan bagi masyarakat. Event itu juga dibuat demi memperkuat ekonomi lokal.
“Kita ingin supaya kegiatan ini juga meningkatkan perputaran uang dan menggairahkan sektor usaha lokal,” ungkapnya.
“Jadi, mesti ada pendataan supaya kita tahu ada sesuatu yang bisa kita capai dari kegiatan tersebut, termasuk pertumbuhan ekonomi masyarakat,” sambungnya.
Merespons arahan Bupati itu, Asisten III Sekretariat Kabupaten (Setkab) Berau, Maulidiyah menegaskan bahwa saat ini OPD teknis telah bergerak meluncurkan survei harian guna menghitung secara riil perputaran uang dan dampak ekonomi yang dihasilkan oleh para pelaku UMKM.
“Survei ini dirancang untuk memantau omzet stan setiap malam dan total uang yang beredar selama 10 hari penuh. Melalui skema ini, seluruh data transaksi dapat tercatat secara akurat,” jelasnya.
Selain mencatat profitabilitas para pelaku usaha, lanjutnya, pemerintah daerah juga menerjunkan tim untuk mendata volume pengunjung harian. Langkah ini diambil untuk mengukur tingkat antusiasme dan partisipasi publik hingga malam penutupan.
Selanjutnya, data komprehensif mengenai pergerakan wisatawan dan grafik pendapatan UMKM ini akan dijadikan bahan evaluasi utama bagi Pemkab Berau dalam menyusun cetak biru penyelenggaraan Berau Expo di tahun-tahun mendatang.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Berau, Nanang Bakran sendiri memprediksi arus perputaran ekonomi pada Berau Expo 2026 berpotensi kuat menyamai atau bahkan menembus rekor capaian tahun 2024 yang menyentuh angka Rp 15 miliar.
Apalagi absennya pameran ini pada tahun lalu membuat kerinduan masyarakat memuncak, sehingga tingkat kunjungan diprediksi melonjak tajam. Efek domimo ini tidak terbatas pada penyewa stan di dalam area pameran saja, tetapi juga menyasar pelaku usaha di luar kawasan akibat meningkatnya mobilitas jual beli.
“Pelaku UMKM lokal menjadi salah satu prioritas utama kami. Keterlibatan aktif mereka diharapkan mampu membuka keran pendapatan baru sekaligus mempercepat akselerasi pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat Berau,” tandasnya. (Adv)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi