KLIK BORNEO – BERAU. Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Berau optimis penyaluran pupuk subsidi di Kabupaten Berau dapat mencapai 95 persen hingga akhir tahun ini. Distribusi itu pun dipastikan menjangkau 13 kecamatan.
Pejabat Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Berau, Bambang Sujatmiko menyampaikan ada tiga jenis pupuk subsidi yang disalurkan yakni urea, NPK, dan NPK formula.
“Stok pupuk masih aman hingga akhir tahun. Kami pastikan tidak langka dan masih bisa menjangkau semua kecamatan,” ungkapnya.
Berdasarkan data yang dihimpun pihaknya, realisasi penyaluran pupuk subsidi untuk setiap jenisnya paling tinggi disalurkan ke Kecamatan Batu Putih. Adapun pupuk yang disalurkan yakni Urea 35.289 Kg dan NPK 52.450 Kg.
“Angka itu lumayan bagus untuk realisasi penyalurannya karena alokasi yang diberikan untuk Kecamatan Batu Putih adalah 90.000 Kg pupuk Urea dan 120.000 Kg pupuk NPK,” jelasnya.
Kemudian untuk pupuk subsidi jenis NPK Formula, dari alokasi sebesar 53.800 Kg, telah disalurkan ke petani sebanyak 7 ribu Kg, yang disalurkan terbanyak ke petani di Kecamatan Gunung Tabur.
Untuk persentase total penyaluran pupuk subsidi itu sendiri, Urea sebesar 57,497 persen, pupuk NPK 68,754 persen, dan NPK Formula sebesar 11,759 persen.
“Untuk jenis pupuk NPK sampai saat ini sudah sesuai target dan optimis sampai akhir tahun 2024 nanti realisasinya bisa diatas 95 persen,” terangnya.
Lanjutnya, untuk jenis Urea dan NPK Formula memang diakuinya masih dibawah target. Namun ini menjadi evaluasi dan fokus bagi DTPHP Berau, agar penyalurannya bisa mencapai 80 persen di akhir tahun 2024 nanti.
“Kita upayakan agar realisasinya bisa meningkat. Dan kalau sampai 80 persen di akhir tahun nanti, itu sudah sangat bagus,” bebernya.
Secara singkat, Kepala DTPHP Berau, Junaidi menuturkan, saat ini penyaluran pupuk subsidi tidak lagi menggunakan kartu tani tapi langsung memanfaatkan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Di mana setelah petani menerima, akan diupload langsung ke sistem yang terhubung dengan pemerintah pusat.
“Kendala jaringan banyak terjadi di kampung-kampung. Kalau menurut pengamatan kami, semua pupuk subsidi sudah sampai semua ke kios tani. Hanya saja jaringan internet ini menjadi kendala, untuk memastikan benar-benar tersampaikan kepada penerimanya,” tandasnya. (Elton)