KLIK BORNEO – BERAU. Realisasi program Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk para anak yatim piatu miskin dan tidak mampu/ terlantar dan para lansia di Kabupaten Berau pada tahun 2024 sudah mencapai 100 persen.
Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Berau juga memastikan akan kembali mengucurkan anggaran demi pelaksanaan program tersebut di APBD Murni tahun 2025 untuk 1.200 penerima.
Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi Sosial Dinsos Kabupaten Berau, Rusli menjelaskan pada tahun 2024, total penerima manfaat BLT yang tergolong anak yatim piatu miskin/ tidak mampu/ terlantar sejumlah 300 orang.
“Dengan besaran Bansos uang Rp 500 ribu per bulan yang dibayarkan per tiga bulan/ triwulan sebesar Rp 1,5 juta. Sehingga total yang diterima selama 4 triwulan/ 12 bulan sebanyak Rp 6 juta,” ungkapnya, Senin (30/12/2024).
Sedangkan untuk para penerima BLT golongan lansia, lanjut Rusli mencapai 800 penerima, khusus untuk triwulan satu dan dua. Berbeda dengan anak yatim, besaran BLT yang diterima para lansia sejumlah Rp 250.000/ bulan selama lima bulan.
Namun, sejak terjadinya perubahan peraturan daerah (Perda) Bansos, para lansia akhirnya menerima BLT dengan nominal yang sama dengan para anak yatim piatu sejumlah Rp 500.000/ bulan sejak Juni – Desember 2024.
“Dengan jumlah penerima lansia juga berubah dari 800 orang menjadi 986 pada bulan Juli hingga Desember 2024 atau ada penambahan 186 lansia,” jelasnya.
“Jadi, penerima yatim piatu dan lansia di Bulan Januari – Juni 2024 sebanyak 1.100 penerima. Sedangkan Bulan Juli – Desember 2024 sebanyak 1.286 penerima,” sambungnya.
Untuk tahun 2025 mendatang, tambah Rusli, total penerima BLT golongan yatim piatu tetap mencapai 300 orang. Sedangkan, jumlah penerima golongan lansia mencapai 900 orang.
“Dengan Bansos tetap sebesar Rp 500 ribu per bulan yang disalurkan melalui rekening bank penerima untuk warga di 10 kelurahan yang ada di Kabupaten Berau,” tandasnya. (Elton)