Mewujudkan Kesejahteraan Petani: Dinas Perkebunan Berau Dorong Kemitraan Sawit yang Berkeadilan

KLIK BORNEO – BERAU. Industri kelapa sawit telah lama menjadi salah satu pilar ekonomi strategis di Berau dan Indonesia secara umum. Namun, tantangan besar sering menghantui petani pekebun yang mengelola lebih dari 40 persen areal sawit nasional, mulai dari keterbatasan modal hingga ketidakpastian harga jual.

Menjawab isu mendesak ini, Dinas Perkebunan Berau kini mengambil langkah proaktif untuk mewujudkan sebuah kemitraan yang berkeadilan antara petani pekebun dengan perusahaan kelapa sawit. Upaya ini bertujuan utama untuk memperkuat posisi tawar pekebun dalam rantai pasok, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perkampungan.

Penyuluh Pertanian Ahli Pertama Dinas Perkebunan Berau, Dian Valda, menjelaskan bahwa kemitraan yang terencana adalah kunci. “Kemitraan yang baik diyakini menjadi kunci keberlanjutan industri sawit, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani itu sendiri,” kata Dian.

Pemerintah Kabupaten Berau secara tegas mendorong penerapan pola kemitraan sesuai amanat Permentan Nomor 13 Tahun 2024. Kemitraan ini dibangun di atas tiga prinsip utama yang wajib dipegang teguh oleh perusahaan dan petani, yaitu kesetaraan, transparansi, dan saling menguntungkan. Prinsip-prinsip ini menjadi fondasi untuk membangun hubungan jangka panjang yang berorientasi pada keberlanjutan usaha.

Program kemitraan yang difasilitasi oleh Dinas Perkebunan ini memberikan manfaat yang sangat signifikan bagi pekebun, menawarkan jaminan yang selama ini sulit mereka raih secara mandiri. Manfaat tersebut mencakup, Kepastian Harga Pasar: Pembelian Tandan Buah Segar (TBS) oleh perusahaan mitra dilakukan sesuai harga penetapan pemerintah provinsi.

Akses ke Teknologi,Petani mendapatkan pembinaan teknis budidaya dan penyediaan bibit unggul, meningkatkan produktivitas kebun. Jaminan Harga yang Wajar, Petani tidak lagi bergantung pada pengepul, memastikan pendapatan yang lebih stabil.

Selain itu, perusahaan mitra juga diwajibkan berperan aktif melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendukung pengembangan ekonomi masyarakat sekitar, menciptakan dampak berganda.

Dian menambahkan, Dinas Perkebunan Berau berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan kemitraan dengan memfasilitasi komunikasi dan memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai ketentuan. “Sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan petani akan memperkuat daya saing industri sawit daerah,” kata Dian.

Beliau berharap, sistem kemitraan ini dapat menjadi model bagi daerah lain. “Tentunya tidak hanya menguntungkan perusahaan, tetapi juga meningkatkan taraf hidup petani serta mendukung pembangunan ekonomi pedesaan,” tutupnya, menegaskan visi pembangunan sawit yang inklusif dan lestari di Berau.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT