Gandeng Berau Coal, Batik Mosho Sukses Angkat Potensi Lokal dan Cetak Pembatik Baru

KLIK BORNEO – BERAU. Komitmen PT Berau Coal dalam mendukung pemerintah daerah untuk mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus diwujudkan lewat pendampingan berkelanjutan.

Salah satu potret suksesnya adalah Batik Mosho, UMKM batik khas Berau yang kini berhasil meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, hingga mencetak pembatik-pembatik baru di Kabupaten Berau.

Pemilik Batik Mosho, Muhammad Shodiq (37) menceritakan bahwa bisnisnya bermula pada tahun 2018 setelah meraih juara II Lomba Cipta Motif Batik Kabupaten Berau.

Bermodalkan Rp500 ribu, peralatan sederhana, dan ilmu dari Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil Bandung, ia mulai merintis usahanya.

Salah satu motif andalannya yakni Penyu Pandurata, yang memadukan ikon penyu khas Berau dan anggrek hitam (Pandurata) sebagai flora khas Kalimantan Timur.

Perjalanan Batik Mosho mendapat angin segar pada tahun 2021 saat PT Berau Coal mulai memberikan pendampingan.

Perusahaan memberikan bantuan alat cap batik dan bak pencelupan kain untuk mempercepat proses produksi.

Tidak hanya itu, PT Berau Coal juga memperluas pemasaran produk melalui Rumah Kemas Batiwakkal serta memfasilitasi Batik Mosho untuk tampil di berbagai ajang pameran.

“Setelah mendapatkan pendampingan, produksi kami menjadi lebih cepat dan penjualan terus meningkat,” ungkap Shodiq.

“Kami juga sering diberi kesempatan mengikuti pameran untuk mengenalkan batik khas Berau ke masyarakat luas,” sambungnya lagi.

Kolaborasi tersebut kemudian berkembang menjadi program pelatihan membatik di kampung-kampung binaan PT Berau Coal.

IMG 20260729 WA0009 1

Shodiq digandeng sebagai mitra pelatih di 6 kampung yakni Rinding, Teluk, Gunung Panjang, Labanan Makarti, Labanan jaya, dan Maluang.

Kini, Batik Mosho mampu mempekerjakan 5 karyawan tetap hingga 25 tenaga kerja borongan saat permintaan melonjak.

Sebagian besar pekerja tersebut merupakan para pembatik baru lulusan program pelatihan di kampung binaan tersebut.

Berkat konsistensi dan dukungan yang kuat, Batik Mosho sukses menorehkan berbagai prestasi bergengsi, di antaranya: Juara I Dekranasda Kalimantan Timur Award (2021), Juara III Dekranasda Kalimantan Timur Award (2022), Konsisten Menang di ajang Dekranasda Kaltim hingga tahun 2024, dan Juara I Kategori Fashion dalam ajang Tjipta UMKM (2025).

Saat ini, Batik Mosho mencatat omzet impresif antara Rp30 juta hingga Rp60 juta per bulan, dengan kebutuhan modal produksi sekitar Rp15 juta setiap bulannya.

Untuk semua capaian itu, Shodiq menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah daerah dan PT Berau Coal atas dukungan sejak awal usahanya merintis.

“Harapannya, pendampingan ini terus berlanjut agar kami bisa terus naik kelas dan semakin banyak masyarakat yang bangga menggunakan batik khas Berau,” ujarnya.

Community Development Manager PT Berau Coal, Reza Hermawan menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen penuh mendorong UMKM lokal agar naik kelas melalui pendampingan menyeluruh.

“Kami ingin UMKM di Berau tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang. Pendampingan kami mencakup bantuan sarana, pelatihan, promosi, hingga membuka peluang pasar. Batik Mosho adalah contoh nyata keberhasilan proses ini,” pungkasnya. (Adv)

Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT