KLIK BORNEO – BERAU. Pemerintah Kabupaten Berau mulai menyiapkan pembangunan pabrik pengolahan sampah berbasis kecerdasan buatan AI sebagai bagian dari pengembangan Kawasan Industri Sampah Sirkuler.
Teknologi tersebut diharapkan mampu mengubah sampah menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus mengurangi ketergantungan pada sistem pengelolaan konvensional.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengatakan teknologi yang akan diterapkan memungkinkan proses pemilahan sampah dilakukan secara otomatis tanpa banyak menggunakan tenaga manusia. Berbagai jenis sampah, mulai dari plastik, kaleng hingga sampah rumah tangga akan dipisahkan sesuai kategorinya menggunakan sistem AI.
“Bahkan pabrik tersebut sudah tidak memakai tenaga manusia lagi, sudah sistem AI. Sampah bisa diklasifikasikan dari sampah plastik, kaleng, plastik tebal hingga sampah rumah tangga,” ujarnya saat membuka Focus Group Discussion (FGD) bertema Berau Circular Future 2045: Dari Sampah Menjadi Industri bagi Daerah.
Menurut Sri, teknologi serupa telah diterapkan di luar negeri, salah satunya di Jepang. Dengan sistem tersebut, sampah yang selama ini dipandang sebagai limbah justru menjadi bahan baku industri yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Ia mengungkapkan, pembangunan pabrik pengolahan sampah mendapat dukungan dari pihak swasta. Salah satunya, PT Bumi Sanggam yang telah menghibahkan lahan kepada Pemerintah Kabupaten Berau sebagai lokasi pembangunan fasilitas tersebut.
“PT Bumi Sanggam sudah menghibahkan tanahnya kepada pemerintah daerah, dan kita akan membangun pabrik bekerja sama dengan PT Jono Enviro Indonesia. Nantinya seluruh proses pemilahan dilakukan menggunakan teknologi AI,” katanya.
Sri menilai keberadaan pabrik modern menjadi langkah penting dalam mendukung transformasi ekonomi daerah. Berau yang selama ini bergantung pada sektor pertambangan mulai diarahkan menuju industri hijau berbasis ekonomi sirkular.
Ia berharap proyek tersebut tidak berhenti pada penandatanganan kerja sama semata, tetapi benar-benar terealisasi sehingga mampu menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, sekaligus menjadikan sampah sebagai sumber energi dan produk bernilai tambah.
“Harapan saya, kerja sama ini menjadi langkah awal membangun ekosistem industri hijau yang terintegrasi, inovatif, dan berkelanjutan di Kabupaten Berau. Sampah bukan lagi menjadi persoalan, tetapi menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat,” pungkasnya.(Adv)
Penulis : Yoakim Elton SW
Editor : Rahmat Efendi