KLIK BORNEO – BERAU. Sejumlah 7 orang tenaga kerja yang berasal dari luar daerah Berau akhirnya dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing oleh Dinas Sosial (Dinsos) Berau melalui koordinasi dengan Dinsos Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Sebelum dipulangkan, para tenaga kerja tersebut sempat ditampung di rumah singgah Pemkab Berau. Mereka ditampung setelah diketahui kabur dari Kalimantan Utara (Kaltara) lantaran terjebak kasus penipuan tenaga kerja.
“Mereka dijanjikan pekerjaan di sebuah perusahaan kelapa sawit di Kaltara. Tapi kabur ke Berau karena merasa ditipu,” ungkap Kepala Dinsos Berau, Iswahyudi.
Adapun para korban penipuan tenaga kerja tersebut, lanjut Iswahyudi, berasal dari luar Kalimantan. Ada yang berasal dari Palembang, Garut, hingga Bandung dan sebagainya.
“Sebenarnya ada 9 orang yang kita tampung di rumah singgah. Mereka kita tampung karena tidak mungkin kita biarkan mereka terlantar di jalan,” jelasnya.
“Lalu, dari sembilan orang itu, tujuh sudah berhasil kita pulangkan. Sisanya dua lagi masih dalam proses,” sambungnya.
Diakui Iswahyudi, keputusan untuk memulangkan korban ke daerah asal merupakan jalan keluar terbaik yang harus dilakukan daripada ke wilayah kerja awal yang mereka tuju. Hal itu bertujuan agar tidak menimbulkan permasalahan baru.
“Karena mereka sudah melapor ke kita, kita tampung, dan kita kembalikan langsung ke daerah asal melalui bantuan provinsi,” tegasnya.
“Untuk biaya pemulangan karena efisiensi maka kita estafet dan dicover pemerintah daerah melalui bantuan provinsi,” tambahnya.
Ditambahkan Iswahyudi, pemulangan warga terlantar tersebut sebenarnya pernah terjadi sebelumnya. Namun, yang dipulangkan merupakan warga dengan kondisi khusus, seperti sakit atau lanjut usia.
Untuk kategori itu, penanganan biasanya dilakukan secara langsung oleh Dinsos Berau. Mengingat para korban tersebut masuk kategori orang terlantar dengan risiko tinggi.
“Tapi ada juga yang kami pulangkan berkat kerja sama dengan paguyuban. Istilahnya sharing anggaran untuk membantu pemulangan,” bebernya.
Iswahyudi berharap proses pemulangan atau reunifikasi para korban terlantar ke daerah asalnya itu, ke depannya tetap mendapat dukungan dari pemerintah daerah dan provinsi. Apalagi kasus tersebut berpotensi terjadi lagi.
“Intinya, kami akan berupaya maksimal mungkin agar mereka tidak terlantar dan bisa kembali ke keluarganya dengan aman,” pungkasnya. (*/)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi